Minggu, 17 November 2013

Manajemen Komunikasi Suami Istri


Uhuk.. tak biasanya saya ingin memposting tentang pernikahan, he2, saya tak bermaksud untuk membuat galau yang belum menikah (saya pun belum menikah). Materi Kajian Rutin Pagi Hari tanggal 19 September 2013 ini marilah kita ambil ilmunya bersama-sama. Disampaikan oleh Ustad Cahyadi Takaryawan, seorang pakar manajemen keluarga sakinah. Lagi-lagi kalau temanya kajian pernikahan, Mardliyyah selalu penuh jamaah. Sekedar untuk mengenang saja, pagi itu adalah pagi terakhirnya almarhumah ibu. Kondisi saya pagi itu sangat gamang. Sepi ditengah keramaian, ingin menangis terus tanpa alasan. Mungkin itulah yang disebut firasat, tapi saya tepis karena waktu itu saya sedang haid jadi mungkin tak nyaman hati. Oh ibu..
            Baik kembali ke topik. Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalidza yang artinya perjanjian yang berat. Dengan ikatan pernikahan dua orang insan berbeda jenis (laki-laki dan perempuan) yang awalnya tak memiliki hubungan apapun menjadi saling terikat kuat, memahami satu sama lain, melengkapi satu sama lain, laki-laki memimpin perempuan dipimpin, bertanggung jawab membangun peradaban. Dengan cinta yang terserak diantara keduanya. Meski cinta tak mencukupi materi kebutuhan hidup, cinta berperan sebagai kekuatan. The power of love.
            Laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda oleh Allah SWT. Salah satunya dalam menjalankan komunikasi. Kemampuan otak mengolah respon untuk berbicara pada laki-laki dan perempuan berbeda. Dalam dunia psikologis dan kedokteran diketahui bahwa sistem otak pengolah komunikasi pada laki-laki didefinisikan tunggal, sedangkan pada perempuan didefinisikan majemuk. Pola tunggal pada laki-laki menyebabkan mereka berbicara secara to the point, apabila ditanya satu dijawab juga satu. Pola majemuk pada perempuan menyebabkan perempuan cenderung tidak bisa berbicara to the point (meski mungkin tidak semuanya), perempuan apabila ditanya satu pertanyaan, umumnya akan menjelaskan sampai dua puluh tujuh hal, he2. Amazing.. bener sih kayaknya.
            Sebagai contoh, ada pertanyaan, apakah tadi anak kita menangis?. Bila yang ditanya suami maka ia akan menjawab: “Alhamdulillah ummi, tadi anak kita tidak menangis”. Cukup,  selesai, jelas, sudah terjawab. Namun, apabila yang ditanya istri maka ia akan menjawab. “Jadi bi, tadi tu disekolah anak kita main sama temen-temennya, terus ummi ngobrol sama bu Indah di pinggiran depan kelas ngobrolin tentang harga bawang yang melonjak tinggi, katanya bi bawangnya ditimbun di pelabuhan, bla bla blab la bla, dst dst”. Suami melongo.. “jadi anak kita tadi nangis apa tidak ummi? wkwkwkwk.

            Ada banyak pasangan yang mengadukan bahwa suami atau istrinya adalah orang paling aneh sedunia. Kenapa? Sang suami mengadukan bahwa istrinya aneh karena apapun diceritakan, sampai hal-hal yang tak penting pun diceritakan. Lalu, sang istri mengadukan bahwa suaminya aneh karena tidak pernah bercerita, seakan-akan semuanya berjalan dengan baik. Who’s wrong? Mereka berada pada keheranan yang sama. Kembali ke pola tunggal dan majemuk tadi, berarti harus saling memahami dasar pemberian Allah pada diri masing-masing yang berbeda.
            Yang kedua, perbedaan pola tunggal dan majemuk pada otak, menyebabkan perempuan dapat bekerja multi tasking sedangkan bagi laki-laki cenderung sulit. Buktinya apa? Lihatlah aktivitas ibu dipagi hari, mesin cuci berputar, di dapur terdengar suara gorengan ikan, sambil menyapu, sambil mengurusi keperluan suami dan anak-anaknya. Multi pekerjaan dalam satu waktu bukan?.
Seorang suami yang sedang menyetir mobil apabila mendengarkan cerita istrinya, ia berpotensi salah jalan. Satu tugas, konsen menyetir atau mendengarkan istri bercerita. Apabila yang dipilih konsen menyetir maka hasilnya: “bu agus itu marah soalnya fotonya dikomen bla bla bla bla dst dst.. jadi kemarin itu presiden ke pacitan kunjungan kerja ya bi?” suami menjawab “eh, apa mi?” huft.. “jadi tadi ummi cerita panjang lebar abi nggak dengerin dong?” “dengerin kok mi” “tadi ummi cerita apa bi?” “e…..”. Apabila yang dipilih mendengarkan istri bercerita maka hasilnya: “aduh mi kok kita jadi kesasar gini? tadi ummi cerita terus sih” “lho abi yang nggak konsen sih nyetirnya” ribut.. the end.
Yang ketiga, perbedaan pola otak tunggal dan majemuk menyebabkan laki-laki bermata fokus, sedangkan perempuan menyebar. Laki-laki tidak sebaiknya diminta untuk mencari suatu barang. “bi minta tolong ambilkan bawang putih di kulkas” “di sebelah mana mi?” “disisi bawah di kresek hitam” lama kemudian “mi, nggak ketemu” istri datang “aduh abi, ini lho bi kelihatan jelas bawang putihnya” arrrgh. Well, seorang perempuan dapat dengan mudah menangkap semua benda yang dilihatnya. Apabila buku, kacamata, pulpen, hp, charger, gelas, dompet, dll, dikumpulkan dalam satu meja, seorang perempuan langsung bisa merekamnya dalam otak, sedangkan laki-laki, meskipun benda yang dicarinya sudah kelihatan di depan mata, apabila dikumpulkan dengan benda lain, ia akan kesulitan menemukan. (kata ustadnya sih, entah benar apa tidak, tapi hal tersebut terbukti pada bapak dan kakak laki-laki saya).
Perbedaan kesekian antara laki-laki dan perempuan adalah: perempuan cenderung memberi nasehat tanpa diminta sedangkan laki-laki cenderung menyelesaikan masalah. Khususnya pada perempuan sebaiknya benar-benar memahami perbedaan dalam hal ini. Nanti apabila mempunyai suami, ketahuilah bahwasanya makhluk yang namanya laki-laki itu menganggap penting keahlian. Begini ceritanya, suatu ketika seorang suami sedang menjadi korban perusahaan yang gulung tikar. Untuk beberapa waktu, pekerjaan pengganti belum diperoleh. Melihat keadaan yang demikian, sang istri langsung memberi nasehat tanpa diminta, maksud hati sang istri ingin menenangkan hati suaminya “abi sabar ya, insyaAllah akan segera ada pengganti pekerjaan yang lebih baik, bla bla bla, dst dst”. Menenangkan hati suami bagus, tapi akan menjadi masalah apabila “seakan-akan” istri meragukan keahlian suaminya “gpp kok bi, ummi ada tabungan dari warisan orang tua ummi, nanti kita hidup pakai uang itu aja”. Kayaknya sih baik-baik saja, namun dengan begitu laki-laki merasa terpojokkan, merasa keahliannya diragukan. So, what must to do? Percayakan suami bisa menyelesaikannya. Jangan pernah merasa lebih berkuasa dan lebih bisa daripada suami.
Laki-laki akan merasa dicintai apabila dipercaya, sedangkan perempuan akan merasa dicintai bila diperhatikan. Remember that. Lucu, hanya karena perempuan suka berperasaan jadinya akan sangat bahagia bila diperhatikan. Dalam suatu keadaan, seorang suami pulang dari kantor diam saja. Ketika itu suami sedang lelah dan hanya ingin diam, tidak ada masalah apapun. Melihat keadaan itu, istri panik, “aduh, jangan-jangan aku punya salah, tadi aku ngapain ya?” dipikir banget. padahal ya nggak ada apa-apa bagi suami, sedangkan menurut istri diamnya suami adalah menunjukkan marah. Hehehehehe.
Baik, sudah cukup membicarakan perbedaan yang tak habis-habis. Sekarang saatnya mempelajari bagaimana cara menjalin komunikasi yang baik. Siapakah yang paling baik dalam kehidupan suami istri? Ialah yang paling cepat mengalah untuk kebaikan bersama. Ialah yang paling cepat meminta maaf untuk kebaikan bersama. Ialah yang menang tanpa ngasorake (tidak menjelek-jelekkan, tidak menjatuhkan).
Keluarga adalah organisme hidup yang terus tumbuh dan berkembang. Didalamnya haruslah ada kesepakatan fundamental dan kesepakatan teknis. Kesepakatan fundamental adalah kesepakatan yang tidak berubah selamanya, contoh: selamanya hidup keluarga ini bergantung dan menyembah Allah SWT. Kesepakatan teknis adalah kesepakatan yang dapat berubah seiring dengan keadaan, contoh: penghasilan abi saat ini lima juta per bulan, saat ini kita menabung dua juta perbulan untuk haji, yang tiga juta untuk kebutuhan sehari-hari.
Hmm.. cukup saya rasa untuk membicarakan ini. semoga bermanfaat dan ada hikmah di dalamnya ^^. Good luck.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar