Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Empat malaikat yang datang ketika sakit

Kultum dhuhur Prof. Zuprizal, DEA Senin, 23 Februari 2015

“apakah kamu tidak berpikir?”*1)

Pernah sakit? Pasti pernah.
Ingin sakit? Pasti tidak.
Apa yang diinginkan ketika sakit? Of course, sembuh!
-----------

Beberapa waktu yang lalu ada hal menarik yang disampaikan oleh dosen saya. Tentang sakit, sesuatu yang tak asing dan kerap dialami oleh manusia. Sakit memang tak pernah diharapkan kehadirannya. Sakit membuat kita harus total berhenti dari rutinitas, menjadi lemah tak berdaya, tak enak dirasakan, dan tak jarang menguras pundi-pundi rupiah yang telah kita kumpulkan. Entah flu, demam, batuk, atau penyakit apapun, ia mesti menuntut untuk diperhatikan. Jika tidak ia akan semakin menjadi-jadi, tak mau pergi walaupun udah diusir cantik dengan gaya ala mbak Syahrini, hus hus sana!
Sebagian teman-teman pasti sudah tahu kalau sakit bisa menggugurkan dosa. Saya juga sudah pernah mendengar tentang hal itu. Bahwa dosa-dosa kecil bisa dihapuskan dengan sakit. Lumayan, kadang kita nggak sadar atau meremehkan. Padahal dosa-dosa kecil kalau diakumulasikan juga bisa jadi sebukit atau berbukit-bukit. Makanya kadang orang bilang, “Alhamdulillah, sakit, semoga Allah hapuskan dosamu”.
Saya hanya tau tentang itu sih. Tapi ternyata, kalau kita sedang sakit maka Allah tugaskan empat malaikat. Wah EMPAT! Ngapain ya? Yang pertama adalah malaikat yang membuat lemas tubuh. Yang kedua adalah malaikat yang memucatkan wajah. Keduanya hampir sama tugasnya, tapi subhanallah Allah buat sangat spesifik. Malaikat yang ketiga bertugas menghilangkan hawa nafsu. Yap benar kalau sakit nggak pernah pengen yang macam-macam. Makan nggak enak, tidur nggak enak, apa-apa nggak enak. Dan yang keempat Allah tugaskan malaikat yang menggugurkan dosa-dosa.

Saat kondisi manusia yang sakit telah membaik, malaikat pertama, kedua, dan ketiga mengembalikan keadaan manusia seperti ketika ia sehat. Tubuh tak lagi lemas, wajah tak lagi pucat, dan hawa nafsunya kembali ada. Makan sudah enakan, tidur sudah nyaman, dan mungkin pula kembali ingin menguasai dunia. Setelah tugas ketiga malaikat tersebut selesai maka mereka kembali kepada Allah untuk tugas yang lainnya. Hehe, begitu ya kerjaan malaikat.
Terus malaikat yang keempat gimana tuh? Malaikat penggugur dosa akan tetap tinggal untuk melaksanakan tugasnya. Wah baik sekali ya Allah? Tentu, malaikat penggugur dosa tak akan pergi selagi si sakit selalu menetapi istighfar, kesabaran, dan rasa syukur atas pemberian Allah. Malaikat itu tetap ada untuk  menggugurkan dosa-dosanya. Super duper baik kan Allah. Yang nggak enak-enak dihilangkan, dosanya dihapus lagi.
Oleh karena itu kita harus bersyukur apabila diberi sakit. Karena saat itulah kita bias merenung, introspeksi diri dan berkontemplasi. Mungkin kita bekerja terlalu keras mengejar dunia, tidak menjaga jasmani dengan baik, lupa istirahat, atau merasa baik-baik saja tanpa merasa berat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Oh iya, saat sakit kita juga diuji seberapa besar ketergantungan dan kepercayaan kita kepada Allah. Maksudnya percaya bahwa tidak ada yang bisa menyembuhkan atau mematikan selain karena kekuasaan Allah. Bahkan dalam hal ini  Allah contohkan ujiannya kepada Nabi Ibrahim. Ketika itu Nabi Ibrahim diberi sakit oleh Allah. Lalu Nabi Ibrahim berdoa agar diberi petunjuk oleh Allah cara menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Allah kabulkan doa Nabi Ibrahim dan Allah tunjukkan obat yang bisa menyembuhkan (tanaman obat). Sesuai dengan petunjuk Allah Nabi Ibrahim membuat ramuan obatnya dan sembuh.
Suatu ketika, Nabi Ibrahim sakit lagi (sakit yang sama). Merasa sudah tau cara mengobatinya, Nabi Ibrahim segera membuat ramuan obat dan meminumnya. Ternyata obat itu tak membuat sembuh. Allah berikan teguran kepada Nabi Ibrahim akan hal tersebut. Yang menyembuhkan bukan obat, bukan dokter, bukan tabib, tapi sepenuhnya Allah yang menyembuhkan.
Nah begitulah sisi lain tentang sakit yang dijelaskan oleh Prof. Zuprizal. “Apakah kamu tidak berfikir?”
*1) apakah kamu tidak berfikir : pesan yang selalu disampaikan Pak. Zup ketika memberi kuliah. Maknanya sangat dalam, mengena, bikin melek, dan “o iya ya”.


Rabu, 18 Februari 2015

Tips bersikap dengan uang

Waaaw sudah sangat lama tidak menulis blog, semenjak punya smartphone jadi ngga ngeblog, hehe. padahal menulis blog asyik. Lama tak diperhatikan ternyata blog ini sudah dilihat 14.000 kali. semoga bermanfaat pembaca sekalian ^^

Ok.. pada kesempatan kali ini saya mau sedikit curhat tentang duit. hihihi. tiap hari pasti kita membutuhkan uang. buat belanja, buat sekolah, buat bayar listrik, dll. siapa sih yang ngga butuh uang? hmmm.. semua butuh ya.. terus selama ini sudah bijakkah kita mengelola uang yang kita miliki?

duuuh, kalo saya sih masih belum.. masih perlu disiplin ketat dalam mengelola keuangan. kadang ngga terasa, cepet n gampang banget ngabisinnya, dan kadang ngga sadar isi dompet makin berkurang. Padahal, cari duit itu ngga gampang. 

saya masih belajar juga nih, n ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari berbagai macam sumber dalam rangka manajemen keuangan, berhemat, dan agar kita berhasil menabung :

1. buat anggaran per bulan
Sekarang tanggal muda? wah gajian nih. Yup, tanggal muda emang biasanya masa-masa gajian kalau kamu seorang pegawai. kalau ngga dikontrol biasanya tanggal ini rawan banget karena nafsu belanjanya tinggi, hehe. wah boleh tuh belanja, tapi tunggu dulu. sebaiknya kita catat dulu pengeluaran bulanan yg wajib kita keluarkan tiap bulan. Misalnya bayar tagihan listrik, air, spp sekolah, arisan, dll. segera bayarkan saat itu juga dan jangan ditunda. catat pula pengeluaran yang pasti misal beli pulsa, beli bensin, untuk makan, dll. sisihkan uangnya lalu simpan. 
aduuh masih pengen belanja nih, itu di toko jilbabnya new arrival semua, pengen ^^. iya boleh, belanja saja, tapi syarat wajibnya kamu harus makan dulu sebelum belanja. wajib kenyang. why? karena kalau kita kenyang kita ngga pengen ini itu. serius deh. kalau belanja pas lapar resiko kalap lebih tinggi.

2. bawa uang secukupnya
ini juga wajib. kita ngga boleh bawa uang banyak. setiap hari uang yang boleh kita keluarkan misal maksimal 40.000. berarti kita hanya siapkan uang sejumlah itu aja di dompet. terus nanti kalau ada keperluan tak terduga bagaimana? misal motor mogok? it's ok.. mungkin saja, tapi demi berhasilnya manajemen keuangan, membawa uang pas efeknya sakti sekali. pun jika ada keperluan tak terduga kita pasti punya cara yang "aha" untuk menyelesaikannya.

3. jangan ragu untuk memberi
Di jalan kamu bertemu seorang pengemis tua, atau seorang pedagang yang sudah tua tapi kamu lihat dagangannya belum laku. Duh, aku lagi berhemat nih. biarin aja. no no no... kamu telah melewatkan satu kesempatan untuk berbagi dan menjadi yang bermanfaat bagi orang lain. ngga perlu banyak-banyak 500, 1000, 2000 sudah sangat membuat mereka senang. kalau kamu mengeluarkan ratusan ribu buat beli sesuatu untuk kesenanganmu ngga ragu kenapa ngeluarin 1000 aja berat? 
Janji Allah, kalau kita banyak bersedekah, Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih besar. Eh, tapi jangan berharap ya,, maksudnya, aku sedekah 1000 semoga dapat ganti 100.000. hmmm, itu sih ngga ikhlas. bisa jadi lhoh, rezeki Allah tak disangka-sangka akan jatuh dari langit. wah gimana tuh? Rezeki bentuknya banyak, ngga cuma uang. tapi juga kesehatan, ketenangan hati, bahkan : jodoh! hihihi. misal : temen kita kesusahan, kamu traktir sarapannya, wah malamnya kamu di traktir dinner temanmu yang lain di acara ulangtahunnya. rezeki juga kan. so, jangan ragu untuk berbagi.

4. hindari berhutang
Rasul SAW selalu berdoa agar terhindar dari lilitan hutang. kita pun juga harus begitu. wajib berdoa terus agar bebas dari hutang. hutang ngga mesti karena kita ngga punya uang lho? misal ada yang nawarin kredit motor, kredit hp, dll. wah, mending beli cash deh. lebih baik cukup tanpa hutang daripada miskin tapi punya hutang. hehehehe


5. usaha ini itu
Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perniagaan. yap, jangan ragu untuk jualan. hehe, ngga usah muluk-muluk pakai kata bisnis, sederhana aja katanya : jualan a.k.a usaha. jualan makanan, jualan pakaian, usaha catering, usaha laundry, usaha les privat, dll. bakalan senang deh kalau ada pemasukan dari banyak arah. PD aja, dan jangan pernah ragu-ragu untuk memulai suatu usaha. 

6. yang halal aja
Ini harga mati. yang halal yang barokah. kalo ngga halal bikin penyakit, ngga tenang juga. kalau kita selalu berjuang untuk mencari yang halal, hitungannya sama dengan berjihad di medan perang lho.

7. harus kaya
kita harus kaya. karena dengan kaya kita bisa naik haji, bisa sedekah yang banyak, bisa membantu yang membutuhkan. itu semua tidak tergantung dengan seberapa besar penghasilan kita per bulan. tapi bagaimana kita mengaturnya agar cukup bahkan bisa menabung. ada tuh yang penghasilannya berpuluh-puluh juta tapi ngga merasa cukup, tapi ada juga yang penghasilannya sedikit tapi cukup. biar kaya kita harus rajin menabung.

Minggu, 03 Agustus 2014

Muslimah, wajahmu kini...


Dulu saat masih SMA, terkenallah sebuah sosial media bernama friendster. Tak lama setelahnya ia ditinggalkan karena booming sosmed baru yang bernama facebook. Dua tahun kemudian para facebooker banyak menduakan sosmed yang dulu sering jadi diary terbukanya itu dengan diva baru yang tersohor dengan nama twitter. Belum lama berakrab dengan twitter sudah ada mainan baru bernama watssapp, line, path, instagram dan puluhan sosmed lainnya. Rasanya jadi lelah sendiri mengikutinya. Dalih iming-imingnya biar nggak ketinggalan info, bisa meeting online, jualan on line, dan bla bla bla.
            Hello, tak bisakah menjadi orang yang setia? Bisa, namun untuk urusan perkembangan teknologi barangkali setia bukanlah tindakan yang tepat kalo gak mau dibilang ketinggalan zaman. Dalam pesatnya perkembangan teknologi itu, perubahan perangkat-perangkat penunjang kebutuhan hidup menjadi hal yang lumrah. Namun yang menjadi masalah adalah untuk apa ada perubahan bila lebih buruk dari sebelumnya.
            Sebutlah ia, “muslimah”. Perkembangan teknologi dan zaman membuatnya berubah. Atas nama hak asasi manusia, tak mau dibilang kuno, juga mungkin atas nama iman, muslimah kini tak sama dengan yang dulu. Dulu ketika saya masih SMA atau awal masuk kuliah, jilbab tak semenjamur seperti saat ini. Bahkan lebih dulu lagi memakai jilbab mesti dilakukan dengan penuh perjuangan. Tak ada instansi yang mengizinkan sekolah, kuliah, kerja memakai jilbab. Hanya yang memiliki keteguhan hati saja yang mempertahankan jilbabnya sampai mati-matian. Sekarang malah di banyak tempat bisa dihitung jari berapa jumlah muslimah yang tidak berjilbab. Termasuk keberhasilan dakwahkah fenomena ini? semoga saja..
Tapi.. Mungkin teman-teman juga turut merasakan adanya perubahan besar lain dalam muslimah kini yang cukup mengusik. Entah benar atau tidak saya merasa muslimah kini menjadi obyek yang sangat menjanjikan bagi pelaku-pelaku bisnis dan orang-orang berkepentingan tertentu (zionis, red).
Jilbab kini mengalami pergeseran istilah. Kekinian lebih mengenal jilbab dengan sebutan hijab. Mungkin maksud trendsetternya agar lebih enak didengar (terdengar modern). Jadi istilah hijab digunakan pada model jilbab masa kini. Para muslimah pengguna hijab dikenal dengan sebutan hijabers. Padahal setahu saya istilah hijab adalah kain atau benda pembatas yang memisahkan laki-laki dan perempuan dalam suatu pertemuan syuro/rapat.
Akun sosial media instagram menjadi salah satu bukti nyata perubahan wajah muslimah Indonesia kini. Dulu sebelum sosial media berkembang pesat, tak ada muslimah yang mau memamerkan foto-foto dirinya pada khalayak umum. Kini, ribuan akun selebriti instagram (selebgram) muslimah justru memenuhi jagat perduniamayaan dan cukup untuk membuat mulut kita menganga tanpa sengaja (entah kagum, entah tak percaya).
 Muslimah-muslimah selebgram itu nampak lebih sosialita daripada perempuan yang tidak berjilbab. Kental sekali nuansa glamour dan budaya konsumtifnya. Ratusan bahkan ribuan foto pribadi dengan berbagai gaya harus ditunjang dengan fashion-fashion terbaru yang mahal dan branded. Entah itu hijab, gamis, celana model aladin, baju model kelelawar, aksesoris, make up, high hells yang dipakai semuanya mewah. Sayangnya, dengan menitik beratkan kata kreasi, kreativitas, dan trendy justru tak sedikit yang terlihat tak nyaman dipakai, tidak syar’i, berlebihan, aneh, dan NORAK!
Ditambah lagi kontes pencarian putri muslimah kini juga semakin marak diselenggarakan. Setelah ditelusuri lebih dalam ternyata para peserta umumnya punya bakat yang sama, MODELING! Konten acaranya juga mirip dengan pemilihan putri/miss Indonesia pada umumnya. Acaranya juga tak lepas dari fashion show lenggak lenggok di catwalk, lalu menjawab pertanyaan dari juri. Apabila ditanya apa yang akan dilakukan untuk perkembangan dunia islam di Indonesia umumnya peserta menjawab akan mengembangkan sekolah model muslimah, jadi desainer baju muslimah, membumingkan hijab modern biar banyak yang tertarik, dan berbagai jawaban yang tak jauh dari fashion! Lhoh? Jadi kenapa acaranya nggak diganti aja jadi pemilihan putri model fashion muslimah? Lebih pas kan, lha cuma satu atau dua orang saja yang menjawab mau menggerakkan program one day one juz, atau membumingkan sedekah pangkal kaya, atau bikin dakwah kreatif lainnya.
Muslimah wajahmu kini norak (menurut saya, red). Pakai hijab dengan riasan ala kartun Disney dibilang unyu dan kreatif. Ya memang sih unyu dan kreatif, sampai-sampai saya nggak bisa bedain mana yang princess kartun mana yang manusia. Tapiii, pliss hijab model begitu sebutlah saja dengan kostum costplay. Jangan sebut hijab islami.
Muslimah wajahmu kini aneh (menurut saya, red). Unik dan eksentrik katanya, hijabnya pakai ciput ninja terus ditambah topi penutup buesaaar seperti bentuk pesawat UFO. Itu kenapa nggak sekalian pakai sorban aja?  
Muslimah wajahmu kini berlebihan seperti toko berjalan (menurut saya, red). Keren katanya, ngupload foto pakai aksesories mahal, tas mahal, sepatu mahal, gamis mahal, make up mahal. Berarti infaq dan shadaqahnya sebanding lah ya!

 Muslimah, wajahmu kini bertebaran dimana-mana. Saya sendiri juga sering banget gatel pengen upload foto pribadi yang cetho welo-welo. Entah lagi pamer kreasi handcraft, atau lagi bersama temen-temen di event-event tertentu. Semua keinginan itu hanya mampu ditahan dengan iman. Biarkan ia untuk kelak yang berhak menikmatinya, suamimu seorang.
Sediiih, saat sampai harus ada seorang non muslim yang mengingatkan. Suatu waktu saya baca tulisan seorang Katholik di sebuah situs. Ia pun turut memperhatikan perubahan tren fashion hijab. Suatu ketika ia pernah melihat seorang muslimah berhijab namun ia justru merasa hijab yang dipakai muslimah tersebut seperti sarang lebah. Menurutnya hijab bagi muslimah sama seperti simbol salib pada agamanya. Bisa saja suatu saat simbol salib juga dimodifikasi menjadi kalung, gelang, cincin, atau baju yang dimacem-macemin dan ngetrend. Dan ia tak rela bila itu benar-benar terjadi. Oh astaga, perempuan Katholik saja tak rela bila simbol salib mereka dipakai buat gaya-gayaan. Bagaimana mungkin kita muslimah berlomba-lomba memperlakukan simbol jilbab demi terlihat modis, mewah, dan sosialita?
Lantas, tak bolehkah kita mengikuti perkembangan fashion? Tentu boleh, asalkan kita punya filter untuk membedakan mana yang layak diikuti mana yang tidak. Mana yang cocok untuk kita pakai mana yang tidak. Selain itu kita juga perlu sadar waktu, tempat, dan keadaan. Dan yang terpenting tahu mana yang disukai Allah mana yang tidak. Bakalan capek banget kalau jadi korban mode yang nggak ada habisnya. Yang dari waktu ke waktu terus ada yang baru. Hanya berhijab karna Allah yang tak lekang oleh waktu dan nggak bikin capek.

Tak ada yang melarang jilbabmu modis. Tapi yang jelas Allah meminta jilbabmu sederhana, menutup kepala dan dada dengan kain yang tidak tipis menerawang. Pun juga dengan pakaian, tentu Allah tak menyukai segala sesuatu yang berlebihan. Perintah Allah jugalah yang meminta agar pakaian kita tidak ketat. Untungnya buat kita sendiri kok, supaya jaringan kulit kita bisa bernapas sehingga terjaga kesehatan kita.
Ukh, ingin terlihat cantik? Kita ini udah cantik. Cuantik malah. Kau tahu apa yang bisa membuat semakin cantik dan apa yang membuat semakin jelek? Ketaatan membuatmu semakin cantik sedangkan kemaksiatan membuatmu nampak jelek. =)
Astaghfirullah, saya sendiri juga sangat jauh dari sempurna. Masih tertatih-tatih dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Sangat tak layak menyandang gelar sebagai muslimah sejati. Saya bukan haters, saya pun juga terlibat dalam perkembangan fashion hijab. Saya hanya ingin menyampaikan kegelisahan ini ukh. Tulisan diatas murni pendapat saya, boleh sepakat boleh tidak.
However, saya mencintaimu karena Allah :*

Jumat, 18 Juli 2014

Kaus Kaki, Mahalnya Dirimu!


        

        Hatiku gamang melihat tumpukan kaus kaki di lemari paling bawah. Kuhentikan aktivitasku yang sedang merapikan tumpukan pakaian di lemari yang berantakan. Aku terduduk, diam, dan pikiranku tiba-tiba menyorot lemari plastik bongkar pasang yang dibelikan ibu selama aku kos di Jogja.
Di lemari plastik itu, aku juga menyimpan kaus kaki di bagian bawah. Koleksi kaus kakiku banyak. Cukup sering aku membeli kaus kaki murah meriah ala pasar Sunday morning di kampusku. Meski punya banyak, tetap saja aku sering kehabisan stok kaus kaki bersih terutama saat musim hujan. Cepat saja isi lemari bagian bawah berkurang berpindah ke tumpukan pakaian kotor meminta dicuci.
            Kaus kaki punya cerita. Selama kuliah, kaus kaki adalah kostum wajib selama meninggalkan kos. Eh, tapi tak serta merta begitu. Ada prosesnya sehingga bisa demikian. Mana mungkin aku mau beribet-ribet ria dengan kaus kaki jika aku tak punya alasan untuk wajib pakai saat diluar. Gak gampang deh usaha kakak-kakak angkatan shalih shalihat yang membimbingku untuk terus pakai kaus kaki. Bahkan di semester awal, aku sempet sewot sama mbak-mbak yang memperjuangkan agar kakinya terus tertutup meski saat itu tak ada laki-laki, medan berlumpur, banjir, dll. Bahasanya si embak militan banget lah, hehe.
            My beloved m*r*b* gak henti-hentinya ngasih contoh. Seiring berjalannya waktu jadilah aku yang tampil berkaus kaki seperti beliau (he2, tapi style kerudung, baju, dan rok aku tetap menjadi diri sendiri). Tak ada materi liqa khusus membahas tentang kewajiban memakai kaus kaki, tapi entah kenapa pemahaman itu muncul sendiri dan tak bisa kujelaskan. Frontal mungkin, bila aku harus mengatakan pada khalayak umum, “kaki termasuk aurat, yang bukan aurat hanya muka n telapak tangan kak/dek”.
            Alamak, pernah kukatakan hal itu pada bapakku. Aku ditolak mentah-mentah. Beliau bilang “nek ning Arab kono yo cocok nduk, tapi nek ning kene opo wong-wong sing ning sawah kae yo mbok kongkon kaos kakian” (kalau di Arab sana ya cocok nak, tapi kalau di sini apa orang-orang yang bekerja di sawah sana juga kamu suruh pakai kaus kaki). Hmm, yasudahlah aku tak mendebatnya.
 Tapi aku tetap memakainya. Walaupun hanya keluar sebentar untuk membeli sesuatu di warung dekat kos, kaus kaki tak pernah absen kupakai. Enteng saja, karena teman-temanku banyak yang juga begitu. Meski demikian aku memakainya bukan karena ikut-ikutan, tapi aku merasa harus begitu, risih kalau kakinya tak terbungkus. Disisi lain, dengan memakai kaus kaki ternyata aku merasa nyaman. Aku tak perlu mikirin “oh kakinya dia lebih cantik dari kakiku” atau “yes, kakiku lebih cantik daripada kakinya” Haha, kalau ketutup kan gak bisa dibanding-bandingin, weeeeek :p
Allah setiap memberi aturan pasti ada manfaatnya. Aku sangat merasakan manfaat menggunakan kaus kaki. Tak hanya terlindung dari sinar ultraviolet tapi juga membuatnya lebih bersih, lebih cerah, tidak masuk angin kalau di perjalanan, lebih aman dari knalpot, kulit tidak belang, kulit tidak kering, dan masih banyak manfaat lain.
            Sekarang kembali ke kegamangan hatiku tadi, hal ini sudah kuceritakan pada sahabatku di kos saat aku berkunjung ke Jogja bulan lalu. Entah kenapa, memakai kaus kaki di Jogja sangat enteng, tapi dirumah sangat sulit. Ke pasar menggunakan kaus kaki terlihat aneh. Padahal di Jogja memakai kaus kaki ketika ke pasar sudah biasa. Sedangkan disini aku merasa sejuta mata akan memperhatikan kaus kakiku. Duuuh kenapa sih. Kadang pula aku terbawa malas, ah hanya pergi sebentar. Aku tak memakainya. Kini aku jarang mencuci kaus kaki. Ya, kaus kaki mana yang kotor?
            Hingga beberapa waktu lalu di suatu malam, aku sedang dalam perjalanan pulang naik motor dari rumah saudara yang jaraknya tidak jauh dari rumahku. Kaus kaki kutanggalkan (untuk kesekian kalinya). Saat melewati jalan sekitar sawah yang tidak cukup terang, motorku terpeleset demi menghindari anak-anak kecil yang sedang bermain petak umpet. Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam *halah. Hiks, seandainya tadi pakai kaus kaki kan lukanya nggak gini-gini bangeeet :-( Yah, barangkali ini peringatan,, dariNya.
Oh kaus kaki, betapa mahalnya dirimu sekarang. Aku sudah tahu aturannya, sudah tahu pula manfaat dan kepentingannya. Tapi, apa yang membuat diri ini susah beristiqomah? Harusnya lingkungan bukan alasan. Harusnya hal-hal baik yang bisa dilakukan selama di Jogja juga bisa dilakukan dirumah atau dimanapun nanti aku akan tinggal. Dan mulai detik ini aku sadar : welcome to the jungle!

Minggu, 08 Desember 2013

Perempuan yang Tidak Cantik

“tahukah kamu mengapa orang tuanya menjadi ragu untuk menjadikanku sebagai calon menantunya?” tanya seorang teman dalam sebuah kesempatan bersua

Kenapa memanganya? Ucapku balik bertanya

“karena aku tidak berwajah cantik” jawabnya tanpa ekspresi

“haaaa” mulutku menganga, lalu aku berlari menuju kaca melihat pantulan wajahku dan bertanya dalam hati, “apakah aku juga tidak cantik?”

            Huk huk, kasihan gadis itu, seandainya aku berada dalam posisinya pasti aku juga akan bersedih. Bahkan lebih sedih. Hanya bisa sedikit menghibur “mungkin itu ujian yang harus kau lewati, bila memang ia jodohmu pasti Allah akan mempermudah, dan pasti ia tidak menikah karena melihat fisikmu melainkan karena agamamu”. Aku teringat Rasul SAW pernah bersabda “seorang wanita dinikahi karena 4 hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Apabila kamu ingin mendapatkan kebahagiaan, maka nikahilah wanita karena agamanya.”
           
            Begitu akhwatifillah sekalian, laa tahzan. Jodohmu adalah yang sama denganmu. Apabila engkau baik ia juga baik. Apabila engkau menikah bukan karena melihat tampan/tidak wajahnya ia maka ia juga tidak akan melihat cantik/tidaknya wajahmu. Utamakan masalah agama karena ia menghadirkan sakinah, mawaddah, warahmah. Rupa akan tergerus oleh usia, harta dengan mudah bisa diambil oleh pemilikNya, dan bila engkau mengagungkan nasab maka ia akan menghinakanmu.

            Engkau tidak boleh menangis iri karena perempuan lain berwajah cantik sedang engkau tidak cantik. Sungguh, manusia hanya diciptakan untuk diuji Allah siapa yang paling baik amalnya. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Hanya kualitas taqwa yang menjadi pembeda. Tak perlu kita terusik dengan perkataan manusia yang ini dan itu. Karena mereka akan terus berkomentar dengan apa yang kita pilih.

            Bahkan, seharusnya engkau bersyukur karena engkau lebih aman dari fitnah kecantikan. Engkau tak akan dirisaukan dengan sms, missed call, hadiah, dari secret admirer, tak perlu khawatir diganggu laki-laki mata keranjang yang dimana saja dan kapan saja mengintai, tak perlu khawatir karena tak ada laki-laki mengantri ingin menjadikanmu pacar atau istri. Ya, demikianlah.  
             
            Fitnah kecantikan sangat membahayakan. Salah satu contohnya mungkin pernah teman-teman dengar tentang kisah seorang putra mantan orang nomer satu di Indonesia yang kehidupan rumah tangganya menjadi porak poranda karena ia tergoda perempuan cantik alias wanita idaman lain. Walhasil ia menceraikan istrinya dan memilih menikah siri dengan sephianya itu. Istrinya sakit hati lalu rumah sang sephia dirusaknya. #kok jadi ngegosip gini, haduh2. Banyak deh kisah-kisah tentang fitnah kecantikan wanita.

            Shalihat, kecantikan hati tetaplah yang utama. Jangan berpikir bahwa teman-temanmu baik laki-laki maupun perempuan akan senang berteman dengan perempuan cantik namun ia buruk akhlaknya, atau perempuan cantik namun jutek dan sombongnya nggak ketulungan. Sungguh, ia justru akan dijauhi. Tetap semangat ya, kamu cantik, cantik, dari hatimu. Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuat cantik ^^ #eh.

Hal-hal yang Menjerumuskan Wanita ke Neraka

*Disampaikan oleh Ustadzah Asri Widiarti S.Si pada Kajian Rutin Pagi Hari (KRPH) Selasa (khusus muslimah), 3 Desember 2013.
Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita disebabkan mereka kufur. Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘aku belum pernah melihat sedikitpun kebaikan darimu” [HR. Bukhari-Muslim]

“wahai kaum wanita bersedekahlah dan perbanyak istighfar (minta ampun) karena aku melihat mayoritas penduduk neraka adalah kalian” [HR . Muslim no. 238]

            Hadist diatas, cukuplah menjadi peringatan bagi kita sebagai kaum wanita tentang adanya ketetapan Allah atas surga dan neraka. Allah tidak menciptakan hidup manusia sebagai suatu kesia-siaan melainkan ada balasannya. Allah tidak pernah berlaku dzalim. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya ia akan mendapatkan balasannya. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya ia akan mendapatkan balasannya (Al Zalzalah, 7-8)

Neraka diciptakan oleh Allah sebagai rumah abadi bagi orang-orang yang mendustakan Allah. Neraka itu keburukannya telah banyak tergambarkan dalam Al Quran dan hadist. Bahan bakar neraka adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat keras, kasar, dan tidak pernah mendurhakai Allah (At Tahrim, 6). Neraka adalah api yang bergejolak, yang mengupas kulit kepala (Al Ma’arij, 15-16). Panas api neraka 69 kali dari panas api dunia (HR. Muslim). Apabila penghuni neraka sudah masuk ke dalamnya maka api itu ditutup rapat atas mereka, dan mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang (Al Humazah, 8-9). Minuman di neraka adalah air yang sangat panas, tidak ada makanan bagi mereka selain pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar (Al Ghasiyah, 5-7).
Neraka terdiri dari 7 lapis dari hawiyah sampai jahannam. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW pernah bertanya pada Jibril. “ya Jibril, jelaskan padaku sifat jahannam.” Jibril menjawab:
“ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum, niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seseorang di ujung barat tersiksa, niscaya orang yang di ujung timur terbakar karena panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya dari besi dan minumannya air panas bercampur nanah, pakaiannya dari potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu yang jarak dari masing-masingnya perjalanan 70.000 tahun, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu bagi laki-laki dan perempuan.”
Siksa neraka yang paling ringan adalah diletakkan dibawah telapak kakinya bara api sehingga mendidih otak yang ada dikepalanya. Ia mengira tidak ada orang lain yang lebih dahsyat siksaannya daripada ia, padahal yang ia alami adalah siksaan yang paling ringan (HR. Bukhori dan Muslim). Siksa neraka yang paling berat adalah berada kekal di neraka. Apabila ada orang yang sangat bengis menyiksa manusia di dunia, maka baginya siksa neraka yang paling dahsyat (HR. Ahmad). Al Quran menyebutkan beberapa orang yang akan tinggal selamanya di dalam neraka yaitu: istri Nabi Nuh dan istri nabi Lut (At Tahrim, 10), Fir’aun dan para pengikutnya (Hud, 98), dan Abu Lahab beserta istri (QS Al Lahab).
Penghuni neraka akan ditanya, ”apakah tidak pernah datang kepadamu seorang Rasul yg memberi peringatan?” mereka menjawab “Ada, tapi kami mendustakannya”. Mereka disiksa, diseret mukanya hingga tuli, buta, bisu. Bila sudah demikian mereka mengatakan “Wahai Malik, tidak bisakah engkau mematikan kami saja?” Malaikat Malik menjawab: “Tidak bisa, engkau kekal di dalam sini”. Dan Allah SWT telah mengambil rasa belas kasihan dari malaikat Malik, sehingga ia tak pernah menunda tugas yang diamanahkan padanya walau sekejap mata.
Amalan apa yang bisa menjerumuskan ke neraka? Yakni ketika mulut dan kemaluan tidak terkendali. Disebutkan pula oleh ustadzah yakni orang-orang yang tidak mau berhijrah dari mekkah ke madinah, orang yang menyimpang dari hukum Allah, mendustakan Rasul, bersikap takabur (sombong), memlihara riba dan harta yang bukan haknya, menipu anak yatim, menyiksa binatang, tidak ikhlas mencari ilmu, bunuh diri, menebang pohon yang digunakan untuk berteduh, suka membicarakan aib orang lain, suka memfitnah, dan lain-lain.
Khusus untuk kita sebagai wanita Rasulullah SAW pernah berpesan dalam beberapa hadist mengenai perempuan-perempuan yang menjadi penghuni neraka, diantaranya:
1.      hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, “salah satu wanita penghuni neraka adalah wanita-wanita yang berpakaian namun sejatinya mereka telanjang, menggoda orang lain dan berjalan dengan berlenggak-lenggok. Kepala mereka bak punuk onta yang miring. Mereka tidak masuk surga dan juga tidak dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat dicium sejauh perjalanan sekian dan sekian.”
2.      Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Khuzaimah, “dari Abu Umamah, ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj beliau berkata: ‘….jibril mengajakku melihat neraka, disana terdapat satu kaum yang tubuhnya sangat besar, mereka sangat jelek dipandang, memakan daging sangat busuk, bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran. Aku tanyakan, siapakah mereka? Jibril menjawab ‘mereka adalah pezina laki-laki dan pezina perempuan’.”
3.       Lanjutan dari hadist kedua diatas, Rasulullah juga melihat wanita-wanita yang putting payudaranya digigit ular, Rasul bertanya ‘siapa mereka’ jibril menjawab ‘mereka adalah wanita yang tidak mau menyusui anaknya’.
Wahai sekalian manusia menangislah, bila tidak bisa maka paksakan menangis. Karena dua mata yang tidak pernah tersentuh oleh api neraka selama-lamanya adalah yang menangis karena takut kepada Allah dan yang berjaga malam dalam jihad fi sabilillah (HR Tirmidzi).