Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

6 alasan mengapa Kabupaten Pasuruan adalah tempat yang cocok untuk bekerja buat sarjana peternakan (UGM)


Oleh : Shifa Dilia Nindyawati1) dan Nur Wulan Purnama2)
1)        Staf management representative, further processing  PT. Wonokoyo Jaya Corporindo
2)        Staf nutrition and biosecurity, smiley eggy farm, PT. Bersih Bijak Sejahtera

Setelah berjibaku dengan rentetan perjalanan panjang penelitian, dan merasakan buah manis mengenakan selempang kelulusan di auditorium kampus, tentunya kita akan segera dihadapkan pada kehidupan baru pasca kampus yang banyak pilihannya. Entah bekerja, kuliah lagi, berwirausaha, atau menikah, perlu kita pikirkan dengan sebaik-baiknya agar berada di jalan yang benar menuju sukses dan selamat. Dipersimpangan jalan, buat kalian para sarjana (khususnya sarjana peternakan) yang udah memantapkan hati untuk bekerja setelah menyelesaikan studi, Pasuruan bisa jadi salah satu kabupaten pilihan yang tepat untuk dijadikan kandang selanjutnya, mengapa?

1.       Ada banyaaak sekali lapangan pekerjaan disini. Kalau Jogja terkenal dengan sekolah- sekolah dan kampus-kampusnya, Pasuruan (walaupun nggak begitu terkenal siih) punya banyak perusahaan-perusahaan impian saat masa kuliah dulu. Mau perusahaan pakan, breeding, budidaya, meat processing, dairy Industry, milk industry, semuanya lengkap ada di Pasuruan. Tinggal pilih-pilih aja mana yang paling membuatmu tertarik, lalu siapkan dirimu!

2.       Pasuruan sangat menyambut hangat para fresh graduate yang haus akan pengalaman kerja. Jogja kota pelajar, Pasuruan? mungkin kota karyawan kali yaah. Selain didukung oleh banyaknya perusahaan yang ada di Pasuruan, lingkungan tempat tinggal juga memungkinkan kalian untuk mendapatkan teman dari berbagai perusahaan, sehingga kalian bisa bertukar pikiran dan pengalaman bersama mereka. Penghuni kos-kosan di sekitar Pasuruan hampir seluruhnya merupakan karyawan. Disini udah nggak ada lagi pemberlakuan jam belajar disekitar lingkungan kos. Kerja kerja kerja. Saatnya action mengaplikasikan ilmu yang kalian memiliki.

3.       Pasuruan adalah kabupaten dengan UMR (Upah Minimum Regional) terbesar keempat di Jawa Timur. UMR Kabupaten Pasuruan yakni Rp. 2.700.000,- untuk tahun 2015. Hanya selisih Rp 10.000,- aja sama pemegang UMR tertinggi yakni Kota Surabaya. Mengingat biaya hidup di Pasuruan yang tergolong murah, jadi kalian yang bekerja di Pasuruan bisa menyisihkan gaji bulanan untuk tabungan lebih banyak dibanding dengan mereka yang bekerja di Surabaya yang biaya hidupnya selangit. Belum lagi kalau gaji kalian diatas UMR, asal rajin menabung dan pandai mengelolanya yakin deh pundi-pundi rupiah terlihat menghijau di tabungan. Pasuruan sangat mengizinkan kalian untuk berkreasi dengan kata : HEMAT!


4.       Pasuruan merupakan kabupaten yang lokasinya strategis. Mari kita bentangkan peta Propinsi Jawa Timur. Lihat laut dibawah pulau Madura, maka selatannya adalah Pasuruan. Pasuruan dikelilingi oleh Kabupaten Sidoarjo di sebelah utara, Kabupaten Mojokerto di sebelah barat, Kabupaten Malang di sebelah selatan, dan Kabupaten Probolinggo di sebelah timur. Buat para perantau dari arah manapun, Pasuruan bisa dijangkau dengan banyak cara. Naik bis, naik kereta, naik motor, semua bisa.

5.       Panasnya Pasuruan siap memanaskan semangatmu. Mesin-mesin pabrik yang terus mengepul 24 jam tentu saja membuat kita tak bisa berharap suhu udara yang rendah disini. Siang hari suhu bisa mencapai 350C, so hot. Kalau AC kantor sedang mati kalian bisa sauna gratis. Malam tanpa kipas angin akan membuat kalian meraih buku atau benda terdekat untuk dijadikan kipas. Panas memang, tapi dengan suhu lingkungan yang seperti ini, kalian tidak akan pernah merasa malas untuk bergerak. Keep move!


6.       Jenuh dengan suasana tempat kerja? Woles vrooh, disekitar Kabupaten Pasuruan ada banyak objek wisata yang bisa menghilangkan kejenuhan setelah seminggu kalian banting tulang. Bagi kalian pecinta binatang, ada berbagai pertunjukan menarik dari satwa-satwa Taman Safari Indonesia 2 yang berada di Kecamatan Prigen. Pasuruan punya kebun raya Purwodadi yang sama rimbunnya seperti kebun raya Bogor. Wisata religi juga tak kalah mempesonanya dengan berdirinya Masjid Cheng Ho di Kecamatan Pandaan. Bagi yang suka suasana pegunungan kalian bisa mengunjungi kabupaten tetangga yakni Probolinggo yang terkenal dengan Panorama Bromonya yang mengagumkan. Atau yang tak kalah menariknya tentu saja Kota wisata Batu yang sparkling abis. Dekat, asalkan ada kendaraan, kita cukup menempuh perjalanan maksimal dua jam saja. Searching-searching aja di google, pasti banyak deh tempat rekreasi yang menarik untuk dikunjungi.



Kami tunggu kedatanganmu, di Pasuruan ^^

Rabu, 25 Februari 2015

Empat malaikat yang datang ketika sakit

Kultum dhuhur Prof. Zuprizal, DEA Senin, 23 Februari 2015

“apakah kamu tidak berpikir?”*1)

Pernah sakit? Pasti pernah.
Ingin sakit? Pasti tidak.
Apa yang diinginkan ketika sakit? Of course, sembuh!
-----------

Beberapa waktu yang lalu ada hal menarik yang disampaikan oleh dosen saya. Tentang sakit, sesuatu yang tak asing dan kerap dialami oleh manusia. Sakit memang tak pernah diharapkan kehadirannya. Sakit membuat kita harus total berhenti dari rutinitas, menjadi lemah tak berdaya, tak enak dirasakan, dan tak jarang menguras pundi-pundi rupiah yang telah kita kumpulkan. Entah flu, demam, batuk, atau penyakit apapun, ia mesti menuntut untuk diperhatikan. Jika tidak ia akan semakin menjadi-jadi, tak mau pergi walaupun udah diusir cantik dengan gaya ala mbak Syahrini, hus hus sana!
Sebagian teman-teman pasti sudah tahu kalau sakit bisa menggugurkan dosa. Saya juga sudah pernah mendengar tentang hal itu. Bahwa dosa-dosa kecil bisa dihapuskan dengan sakit. Lumayan, kadang kita nggak sadar atau meremehkan. Padahal dosa-dosa kecil kalau diakumulasikan juga bisa jadi sebukit atau berbukit-bukit. Makanya kadang orang bilang, “Alhamdulillah, sakit, semoga Allah hapuskan dosamu”.
Saya hanya tau tentang itu sih. Tapi ternyata, kalau kita sedang sakit maka Allah tugaskan empat malaikat. Wah EMPAT! Ngapain ya? Yang pertama adalah malaikat yang membuat lemas tubuh. Yang kedua adalah malaikat yang memucatkan wajah. Keduanya hampir sama tugasnya, tapi subhanallah Allah buat sangat spesifik. Malaikat yang ketiga bertugas menghilangkan hawa nafsu. Yap benar kalau sakit nggak pernah pengen yang macam-macam. Makan nggak enak, tidur nggak enak, apa-apa nggak enak. Dan yang keempat Allah tugaskan malaikat yang menggugurkan dosa-dosa.

Saat kondisi manusia yang sakit telah membaik, malaikat pertama, kedua, dan ketiga mengembalikan keadaan manusia seperti ketika ia sehat. Tubuh tak lagi lemas, wajah tak lagi pucat, dan hawa nafsunya kembali ada. Makan sudah enakan, tidur sudah nyaman, dan mungkin pula kembali ingin menguasai dunia. Setelah tugas ketiga malaikat tersebut selesai maka mereka kembali kepada Allah untuk tugas yang lainnya. Hehe, begitu ya kerjaan malaikat.
Terus malaikat yang keempat gimana tuh? Malaikat penggugur dosa akan tetap tinggal untuk melaksanakan tugasnya. Wah baik sekali ya Allah? Tentu, malaikat penggugur dosa tak akan pergi selagi si sakit selalu menetapi istighfar, kesabaran, dan rasa syukur atas pemberian Allah. Malaikat itu tetap ada untuk  menggugurkan dosa-dosanya. Super duper baik kan Allah. Yang nggak enak-enak dihilangkan, dosanya dihapus lagi.
Oleh karena itu kita harus bersyukur apabila diberi sakit. Karena saat itulah kita bias merenung, introspeksi diri dan berkontemplasi. Mungkin kita bekerja terlalu keras mengejar dunia, tidak menjaga jasmani dengan baik, lupa istirahat, atau merasa baik-baik saja tanpa merasa berat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Oh iya, saat sakit kita juga diuji seberapa besar ketergantungan dan kepercayaan kita kepada Allah. Maksudnya percaya bahwa tidak ada yang bisa menyembuhkan atau mematikan selain karena kekuasaan Allah. Bahkan dalam hal ini  Allah contohkan ujiannya kepada Nabi Ibrahim. Ketika itu Nabi Ibrahim diberi sakit oleh Allah. Lalu Nabi Ibrahim berdoa agar diberi petunjuk oleh Allah cara menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Allah kabulkan doa Nabi Ibrahim dan Allah tunjukkan obat yang bisa menyembuhkan (tanaman obat). Sesuai dengan petunjuk Allah Nabi Ibrahim membuat ramuan obatnya dan sembuh.
Suatu ketika, Nabi Ibrahim sakit lagi (sakit yang sama). Merasa sudah tau cara mengobatinya, Nabi Ibrahim segera membuat ramuan obat dan meminumnya. Ternyata obat itu tak membuat sembuh. Allah berikan teguran kepada Nabi Ibrahim akan hal tersebut. Yang menyembuhkan bukan obat, bukan dokter, bukan tabib, tapi sepenuhnya Allah yang menyembuhkan.
Nah begitulah sisi lain tentang sakit yang dijelaskan oleh Prof. Zuprizal. “Apakah kamu tidak berfikir?”
*1) apakah kamu tidak berfikir : pesan yang selalu disampaikan Pak. Zup ketika memberi kuliah. Maknanya sangat dalam, mengena, bikin melek, dan “o iya ya”.


Rabu, 18 Februari 2015

Tips bersikap dengan uang

Waaaw sudah sangat lama tidak menulis blog, semenjak punya smartphone jadi ngga ngeblog, hehe. padahal menulis blog asyik. Lama tak diperhatikan ternyata blog ini sudah dilihat 14.000 kali. semoga bermanfaat pembaca sekalian ^^

Ok.. pada kesempatan kali ini saya mau sedikit curhat tentang duit. hihihi. tiap hari pasti kita membutuhkan uang. buat belanja, buat sekolah, buat bayar listrik, dll. siapa sih yang ngga butuh uang? hmmm.. semua butuh ya.. terus selama ini sudah bijakkah kita mengelola uang yang kita miliki?

duuuh, kalo saya sih masih belum.. masih perlu disiplin ketat dalam mengelola keuangan. kadang ngga terasa, cepet n gampang banget ngabisinnya, dan kadang ngga sadar isi dompet makin berkurang. Padahal, cari duit itu ngga gampang. 

saya masih belajar juga nih, n ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari berbagai macam sumber dalam rangka manajemen keuangan, berhemat, dan agar kita berhasil menabung :

1. buat anggaran per bulan
Sekarang tanggal muda? wah gajian nih. Yup, tanggal muda emang biasanya masa-masa gajian kalau kamu seorang pegawai. kalau ngga dikontrol biasanya tanggal ini rawan banget karena nafsu belanjanya tinggi, hehe. wah boleh tuh belanja, tapi tunggu dulu. sebaiknya kita catat dulu pengeluaran bulanan yg wajib kita keluarkan tiap bulan. Misalnya bayar tagihan listrik, air, spp sekolah, arisan, dll. segera bayarkan saat itu juga dan jangan ditunda. catat pula pengeluaran yang pasti misal beli pulsa, beli bensin, untuk makan, dll. sisihkan uangnya lalu simpan. 
aduuh masih pengen belanja nih, itu di toko jilbabnya new arrival semua, pengen ^^. iya boleh, belanja saja, tapi syarat wajibnya kamu harus makan dulu sebelum belanja. wajib kenyang. why? karena kalau kita kenyang kita ngga pengen ini itu. serius deh. kalau belanja pas lapar resiko kalap lebih tinggi.

2. bawa uang secukupnya
ini juga wajib. kita ngga boleh bawa uang banyak. setiap hari uang yang boleh kita keluarkan misal maksimal 40.000. berarti kita hanya siapkan uang sejumlah itu aja di dompet. terus nanti kalau ada keperluan tak terduga bagaimana? misal motor mogok? it's ok.. mungkin saja, tapi demi berhasilnya manajemen keuangan, membawa uang pas efeknya sakti sekali. pun jika ada keperluan tak terduga kita pasti punya cara yang "aha" untuk menyelesaikannya.

3. jangan ragu untuk memberi
Di jalan kamu bertemu seorang pengemis tua, atau seorang pedagang yang sudah tua tapi kamu lihat dagangannya belum laku. Duh, aku lagi berhemat nih. biarin aja. no no no... kamu telah melewatkan satu kesempatan untuk berbagi dan menjadi yang bermanfaat bagi orang lain. ngga perlu banyak-banyak 500, 1000, 2000 sudah sangat membuat mereka senang. kalau kamu mengeluarkan ratusan ribu buat beli sesuatu untuk kesenanganmu ngga ragu kenapa ngeluarin 1000 aja berat? 
Janji Allah, kalau kita banyak bersedekah, Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih besar. Eh, tapi jangan berharap ya,, maksudnya, aku sedekah 1000 semoga dapat ganti 100.000. hmmm, itu sih ngga ikhlas. bisa jadi lhoh, rezeki Allah tak disangka-sangka akan jatuh dari langit. wah gimana tuh? Rezeki bentuknya banyak, ngga cuma uang. tapi juga kesehatan, ketenangan hati, bahkan : jodoh! hihihi. misal : temen kita kesusahan, kamu traktir sarapannya, wah malamnya kamu di traktir dinner temanmu yang lain di acara ulangtahunnya. rezeki juga kan. so, jangan ragu untuk berbagi.

4. hindari berhutang
Rasul SAW selalu berdoa agar terhindar dari lilitan hutang. kita pun juga harus begitu. wajib berdoa terus agar bebas dari hutang. hutang ngga mesti karena kita ngga punya uang lho? misal ada yang nawarin kredit motor, kredit hp, dll. wah, mending beli cash deh. lebih baik cukup tanpa hutang daripada miskin tapi punya hutang. hehehehe


5. usaha ini itu
Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perniagaan. yap, jangan ragu untuk jualan. hehe, ngga usah muluk-muluk pakai kata bisnis, sederhana aja katanya : jualan a.k.a usaha. jualan makanan, jualan pakaian, usaha catering, usaha laundry, usaha les privat, dll. bakalan senang deh kalau ada pemasukan dari banyak arah. PD aja, dan jangan pernah ragu-ragu untuk memulai suatu usaha. 

6. yang halal aja
Ini harga mati. yang halal yang barokah. kalo ngga halal bikin penyakit, ngga tenang juga. kalau kita selalu berjuang untuk mencari yang halal, hitungannya sama dengan berjihad di medan perang lho.

7. harus kaya
kita harus kaya. karena dengan kaya kita bisa naik haji, bisa sedekah yang banyak, bisa membantu yang membutuhkan. itu semua tidak tergantung dengan seberapa besar penghasilan kita per bulan. tapi bagaimana kita mengaturnya agar cukup bahkan bisa menabung. ada tuh yang penghasilannya berpuluh-puluh juta tapi ngga merasa cukup, tapi ada juga yang penghasilannya sedikit tapi cukup. biar kaya kita harus rajin menabung.

Jumat, 18 Juli 2014

Kaus Kaki, Mahalnya Dirimu!


        

        Hatiku gamang melihat tumpukan kaus kaki di lemari paling bawah. Kuhentikan aktivitasku yang sedang merapikan tumpukan pakaian di lemari yang berantakan. Aku terduduk, diam, dan pikiranku tiba-tiba menyorot lemari plastik bongkar pasang yang dibelikan ibu selama aku kos di Jogja.
Di lemari plastik itu, aku juga menyimpan kaus kaki di bagian bawah. Koleksi kaus kakiku banyak. Cukup sering aku membeli kaus kaki murah meriah ala pasar Sunday morning di kampusku. Meski punya banyak, tetap saja aku sering kehabisan stok kaus kaki bersih terutama saat musim hujan. Cepat saja isi lemari bagian bawah berkurang berpindah ke tumpukan pakaian kotor meminta dicuci.
            Kaus kaki punya cerita. Selama kuliah, kaus kaki adalah kostum wajib selama meninggalkan kos. Eh, tapi tak serta merta begitu. Ada prosesnya sehingga bisa demikian. Mana mungkin aku mau beribet-ribet ria dengan kaus kaki jika aku tak punya alasan untuk wajib pakai saat diluar. Gak gampang deh usaha kakak-kakak angkatan shalih shalihat yang membimbingku untuk terus pakai kaus kaki. Bahkan di semester awal, aku sempet sewot sama mbak-mbak yang memperjuangkan agar kakinya terus tertutup meski saat itu tak ada laki-laki, medan berlumpur, banjir, dll. Bahasanya si embak militan banget lah, hehe.
            My beloved m*r*b* gak henti-hentinya ngasih contoh. Seiring berjalannya waktu jadilah aku yang tampil berkaus kaki seperti beliau (he2, tapi style kerudung, baju, dan rok aku tetap menjadi diri sendiri). Tak ada materi liqa khusus membahas tentang kewajiban memakai kaus kaki, tapi entah kenapa pemahaman itu muncul sendiri dan tak bisa kujelaskan. Frontal mungkin, bila aku harus mengatakan pada khalayak umum, “kaki termasuk aurat, yang bukan aurat hanya muka n telapak tangan kak/dek”.
            Alamak, pernah kukatakan hal itu pada bapakku. Aku ditolak mentah-mentah. Beliau bilang “nek ning Arab kono yo cocok nduk, tapi nek ning kene opo wong-wong sing ning sawah kae yo mbok kongkon kaos kakian” (kalau di Arab sana ya cocok nak, tapi kalau di sini apa orang-orang yang bekerja di sawah sana juga kamu suruh pakai kaus kaki). Hmm, yasudahlah aku tak mendebatnya.
 Tapi aku tetap memakainya. Walaupun hanya keluar sebentar untuk membeli sesuatu di warung dekat kos, kaus kaki tak pernah absen kupakai. Enteng saja, karena teman-temanku banyak yang juga begitu. Meski demikian aku memakainya bukan karena ikut-ikutan, tapi aku merasa harus begitu, risih kalau kakinya tak terbungkus. Disisi lain, dengan memakai kaus kaki ternyata aku merasa nyaman. Aku tak perlu mikirin “oh kakinya dia lebih cantik dari kakiku” atau “yes, kakiku lebih cantik daripada kakinya” Haha, kalau ketutup kan gak bisa dibanding-bandingin, weeeeek :p
Allah setiap memberi aturan pasti ada manfaatnya. Aku sangat merasakan manfaat menggunakan kaus kaki. Tak hanya terlindung dari sinar ultraviolet tapi juga membuatnya lebih bersih, lebih cerah, tidak masuk angin kalau di perjalanan, lebih aman dari knalpot, kulit tidak belang, kulit tidak kering, dan masih banyak manfaat lain.
            Sekarang kembali ke kegamangan hatiku tadi, hal ini sudah kuceritakan pada sahabatku di kos saat aku berkunjung ke Jogja bulan lalu. Entah kenapa, memakai kaus kaki di Jogja sangat enteng, tapi dirumah sangat sulit. Ke pasar menggunakan kaus kaki terlihat aneh. Padahal di Jogja memakai kaus kaki ketika ke pasar sudah biasa. Sedangkan disini aku merasa sejuta mata akan memperhatikan kaus kakiku. Duuuh kenapa sih. Kadang pula aku terbawa malas, ah hanya pergi sebentar. Aku tak memakainya. Kini aku jarang mencuci kaus kaki. Ya, kaus kaki mana yang kotor?
            Hingga beberapa waktu lalu di suatu malam, aku sedang dalam perjalanan pulang naik motor dari rumah saudara yang jaraknya tidak jauh dari rumahku. Kaus kaki kutanggalkan (untuk kesekian kalinya). Saat melewati jalan sekitar sawah yang tidak cukup terang, motorku terpeleset demi menghindari anak-anak kecil yang sedang bermain petak umpet. Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam *halah. Hiks, seandainya tadi pakai kaus kaki kan lukanya nggak gini-gini bangeeet :-( Yah, barangkali ini peringatan,, dariNya.
Oh kaus kaki, betapa mahalnya dirimu sekarang. Aku sudah tahu aturannya, sudah tahu pula manfaat dan kepentingannya. Tapi, apa yang membuat diri ini susah beristiqomah? Harusnya lingkungan bukan alasan. Harusnya hal-hal baik yang bisa dilakukan selama di Jogja juga bisa dilakukan dirumah atau dimanapun nanti aku akan tinggal. Dan mulai detik ini aku sadar : welcome to the jungle!

Senin, 21 April 2014

Kisah Sekarung Tomat

        
         Seorang bijak meminta murid-muridnya memasukkan tomat sejumlah orang yang mereka benci ke dalam karung. Ada murid yang memasukkan sepuluh tomat karena ia membenci sepuluh orang, ada yang memasukkan lebih dari sepuluh, ada pula yang hanya memasukkan dua, namun juga ada yang tidak memasukkan apapun. Sang bijak meminta murid-muridnya membawa tomat itu kemanapun ia pergi. Satu-dua hari mereka masih mampu membawa karung itu. Lama-lama mereka merasa keberatan. Karung itu mengganggu dan mulai berbau busuk. Mereka memutuskan untuk mengurangi jumlah tomat yang mereka bawa. Lama-lama mereka memutuskan untuk membuang semua tomat. Mereka sangat senang karena kini mereka tak punya beban. Karena mereka telah membuang kebencian.
-anonim-

Based on novel : “my friends my dreams” by Ken Terate

Senin, 24 Februari 2014

Jogja, Istimewa

Jogja istimewa.. Jogja memang istimewa. Bapak yang tak tinggal di Jogja pun mengatakan bahwa Jogja adalah kota yang nyaman, seperti jargonnya: Yogyakarta berhati nyaman.

Dulu saat belum lulus, saya sering mendengar ungkapan kerinduan dari kakak2 rantau akan kota ini. Banyak sekali yang mengatakan ingin untuk kembali ke Jogja, menetap di Jogja, suatu saat nanti. Hmmm, sekarang, saat ijazah telah di tangan, saya merasakan juga.. ^^ baru sadar kalau disini hanya sementara, numpang minum, haus ilmu, aamin.
Saat sudah akan meninggalkannya, baru terasa, bahwa cinta yang saya miliki semakin dalam. Pada keramahannya, semangatnya, budayanya, persahabatannya, pada semuanya. Setiap sudut jalan-jalan yang pernah saya lewati, lampu-lampu sore yang menyala, menjadi saksi bisu akan romantisme perjuangan kami di kota ini. Riuh ramai aktivitas kampus siang hari, juga malam-malam yang terjaga oleh segudang tugas, menyisakan sejuta kenangan indah.
Banyak tempat-tempat penuh kenangan di kota ini. Kos yang menjadi pelepas lelah, selalu menyenangkan untuk berbagi cerita ringan. Masjid Mardliyyah dengan KRPHnya yang selalu saya rindukan, saat malu-malu menjadi mc di hari selasa. Toko Jolie dan Narwastu, tempat saya membeli bermacam perlengkapan untuk mengekspresikan hobi membuat kerajinan. Toko Karita, yang selalu bikin lapar mata. Stasiun Tugu, kawasan Lempuyangan, juga Kotabaru, barangkali sering geleng-geleng melihat bodohnya tingkah saya. Kampus tentunya, penuh cerita tentang saya dengan orang-orang yang saya sayangi.
Saat wisuda kemarin, terasa sekali kenangannya. Mungkin begitu, saat kita akan mati. Memori-momori sejak kita dilahirkan sampai detik-detik menjelang kematian akan dimunculkan satu demi satu dengan sejelas-jelasnya. Tangis, tawa, suka, duka, orang-orang yang kita sayangi seperti melayang-layang di langit-langit Grha Sabha Pramana menunjuk-nunjuk diri saya yang berada diantara seribuan wisudawan wisudawati yang lain. Kenangan itu seakan-akan berkata “kamu akan meninggalkan semuanya, sekarang rasakanlah balasan dari perbuatanmu!”.
Sungguh saya merasakannya, merasakan balasan atas yang saya lakukan selama ini. Merasakan senyum tercantik almh. Ibu hadir disamping saya. Juga merasakan sedihnya akan berpisah jarak dengan para sahabat. Pahit manis 4,5 tahun saya dan teman-teman di kota ini barangkali telah mendewasakan, mendekatkan yang jauh, memahamkan yang belum dipahami, menjadi pelaku saat dulu hanya menjadi penonton, dan pastinya menyadarkan bahwa masing-masing kita punya jalan cerita dari yang Maha Segala-galanya.
Terimakasih Jogjaku, dimanapun saya berada kelak, saya selalu berdoa agar Allah menyampaikan rindu saya padamu. Tetaplah berhati nyaman, pada setiap insan yang datang padamu, yang ingin meraih mimpi kecilnya di dunia ini, yang ingin membahagiakan kedua orang tuannya, yang rindu pada Tuhannya. Juga teruslah menjadi yang teristimewa, bagi setiap yang datang padamu, yang sekedar ingin melepas penat bersama keluarganya, yang ingin mencicipi manisnya bulan madu bagi pengantin muda, juga turis mancanegara.
Kami telah berjanji, memenuhi panggilan bangsa ini. Dengan segenap kemampuan dari ilmu yang kami peroleh bersamamu. Semoga berkah ya. Saya berharap Allah mempertemukan kita kembali, dalam keadaan yang sebaik-baiknya.

Kamar kos, jelang dhuhur
25 Februari 2014

Kamis, 20 Februari 2014

Wisuda S1 semoga berkah


tiada suatu yang besar tanpa perjuangan yang hebat @ulil_aw #bukuangkatan
jika seseorang itu berpuasa maka suatu saat ia akan merayakan Hari Raya @yulisiturini #bukuangkatan
we are never too old to learn, and we are never too late to start  @Shifa_Dilia #bukuangkatan

Barakallahu fi ilmy sahabat-sahabatku.. semoga berkah apa yang telah kita lewati 4,5 tahun kebelakang. Bertebaranlah di seluruh penjuru dunia, nanti kita berkumpul lagi di Surga-Nya.. Limosin tak pernah berpisah, karna Limosin ada di setiap masing-masing hati kita.. 


Wulan n Bapak mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
Allah SWT
Almh. Ibu Umi Sunarti (tak pernah henti kami mencintaimu ibu)
Prof. Indratiningsih, Bu Endang Wahyuni, Bu Rihastuti, Pak Widodo, Bu Nurliyani, n segenap Dosen Fapet UGM
Segenap Staf Fapet UGM
Keluarga besar Kertosono-Blitar
Keluarga besar POLRES Nganjuk
Sahabat-sahabat almh. Ibu
Keluarga besar LIMOSIN 09
 Asisten THT Lintas Generasi
Kakak-kakak n adek-adek angkatan
BEM, KMFPT, n FOSMAPET UGM.
FOSDA Masjid Mardliyyah
Keluarga Kos Kana5
Kantin Crew
Pimpinan dan staf KPBS Pangalengan
temen-temen SMA
dll yang tak bisa disebutkan semuanya

Terimakasih, atas kiriman bunga n hadiah dari
mb sinta, mb depe, mb ifat, rani, prili, mb siti, KMFPT, FOSMAPET, asisten THT, adek2 2012 (atikah, hasna, eva, tita, ghea, marta, dll), beetal-silase2012, rekor aku dapat paling banyak, makasih banyak nggih ^^ saya nggak bisa bales apa-apa selain terimaksih setulus-tulusnya, semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua dgn yang jauh lebih baik, aaminn ya Rabbalalalmin.

kesan-pesan terkeren sedunia dari askari n abahnya
yang cumlaude, barakallah: askari-wulan-dimas-mb hapsari-ari


pejuang lab THT lt2 alhamdulillah lulus Februari, u/ adit bos n adek2, chayooo
pesan dari bapak : hidup ini, harus terus berjalan meski kita tak tahu kapan berakhirnya. jangan pernah meninggalkan jalan Allah agar kita semua selamat..
 
semoga berkah ya Allah
semoga masih ada wisuda-wisuda selanjutnya, aaminn.

Kamis, 06 Februari 2014

Laa Tahzan

         Hujan selalu mewarnai sore hari. Dikala hujan Allah sedang mempersilakan makhluk-makhluknya untuk mengambil keberkahan pada setiap tetes-tetes air yang jatuh ke tanah. Kadang deras, kadang rintik-rintik. Hujan adalah saat yang paling baik untuk menasehati diri. Manusia dari tanah, tanah yang kering menjadi sejuk karena hujan. Begitupula hati, hujan akan lebih meringankan hati untuk menerima nasehat.
           Ada proses yang harus dilewati untuk “naik kelas” di mataNya. Melewati “UJIAN HIDUP”. Allah tak membiarkan makhlukNya mengatakan beriman tanpa diuji. Meski demikian, Allah tak akan memberi ujian diluar kemampuan hambaNya. Dan Allah selalu menginginkan yang terbaik untuk makhlukNya. Allah senang melihat makhlukNya menangis, merintih-rintih, dan mendekat padaNya. Dengan demikian kita tak akan lalai hingga tergerus dalam dunia yang fana ini.
        Kadang, kita melewati hari-hari dengan rasa sedih berkepanjangan saat harus melewati suatu ujian hidup. Boleh saja menangis sedih, tapi tentulah tidak menyelesaikan masalah. Seberat-beratnya ujian hidup, kita tak boleh berlarut-larut di dalamnya. Karena semuanya hanya akan menjadi masa lalu. Pun, bila kita punya “rapot merah” dihari kemarin, tak lain dan tak bukan agar kita jadikan pelajaran berharga untuk episode-episode hidup selanjutnya. Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama.
        Aku teringat ketika menyelesaikan tugas akhir kuliah. Penelitian yang dulu aku menganggapnya sulit dan berat kini selesai juga. Bahkan aku sekarang bisa tersenyum mengingat semua perjuangan yang telah terlewati. Setiap masalah perlu dihadapi dengan kesabaran, keseriusan, ketelatenan, dan keyakinan akan pertolonganNya. Dari skripsi aku belajar, semua akan indah pada waktunya. Manis? ah, tentu manisnya khusnul khatimah kehidupan jauh lebih sempurna dibanding manisnya khusnul khatimah ujian skripsi dengan nilai A.
       Ketika makhlukNya berpasrah diri dan terus bersabar, Ia akan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya. Dan kuasaNya, tak sebatas logika yang mampu terpikirkan manusia. Kini, semoga esok lebih baik lagi, lebih berwarna, lebih sabar, dan lebih ikhlas. Kelak waktu akan menjawab semuanya. Boleh jadi kita menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik untuk kita, dan boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik untuk kita. Laa tahzan, innallaha ma’ana, innallaha ma’ashobirin. Now, saatnya bangkit, bekerja untuk Allah..

Tak ada manusia, yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali, sgala yang telah terjadi
Kita pasti pernah, hadapi cobaan yang berat
Seakan hidup ini, tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan, kebesaran dan kuasanya
Pada hambaNya yang sabar, dan tak kenal putus asa


Berdamai dengan diri sendiri
Semoga Allah memeluk mimpi-mimpi kita
Kertosono,7 Februari 2014

Sabtu, 11 Januari 2014

Wedding Gift sederhana buat mbak Mayan


Senangnya ada teman yang akan menikah. Kali ini istimewa karena aku memperoleh info terpremium (pertamaxnya mbak Mur) dari sang calon mempelai wanita, he2. Di malam minggu pada akhir bulan November lalu ia menginap di kosku karena ingin mengerjakan skripsi. Asramanya tidak memungkinkan untuk focus katanya. Waktu itu aku merasa ia bukanlah ia yang seperti biasanya. Aku melihatnya sangat khawatir dengan deadline pengumpulan bendel skripsi tanggal 19 Desember.
Biasanya, sekitar jam setengah sembilan aku sudah mengantuk. Namun ia membujukku dengan susu pasteurisasi kesukaanku dan cemilan-cemilan agar aku tidak tidur duluan. Supaya aku mau mendengarkan cerita-ceritanya, dan berdiskusi tentang skripsinya yang masih perlu banyak perbaikan. Diajak ngobrol aku lupa dengan kantukku. Jadilah justru kami lebih banyak ngobrol daripada mengerjakan skripsi, he2.
Pada malam itu ia memberitahuku bahwa ia akan menikah pada tanggal 1 Februari. Aku sempat kaget karena ia yang selama ini sangat cuek dengan obrolan-obrolan pernikahan ternyata diberi rizki oleh Allah sebagai yang awal menikah diantara angkatan 2009. Sayangnya waktu itu ia tak memberitahu dengan siapa ia menikah, hanya memberikan klu yang meski demikian aku sama sekali tak bisa menebaknya. Belum banyak yang tahu kabar itu kecuali guru ngajinya, adiknya, khalia (temannya), dan aku.
Tujuan ia memberitahuku di awal adalah agar aku bisa mendongkraknya untuk mengerjakan skripsi. Syarat yang diminta orangtuanya bila mau menikah adalah ia harus wisuda Februari. Waktu itu keadaan skripsiku selangkah dua langkah lebih beres duluan daripadanya. Ia juga memintaku untuk merahasiakannya sampai ada publikasi.
Di hari-hari awal bulan Desember kami berbelanja beberapa keperluan. Keliling pasar Beringharjo untuk membeli kain, jarik batik, sarimbit, korsase, dan ke Kasongan untuk memesan souvenir. Di Kasongan inilah aku akhirnya tahu siapa laki-laki yang akan menikah dengannya. Aku tak mengenalnya, namun tahu orangnya karena beliau beberapa kali pernah mengisi materi di suatu kajian atau pelatihan yang aku ikuti. Laki-laki baik untuk perempuan yang baik ^^.
ini yang dipilih ^^
pernik-pernik souvenir di Kasongan
beli kain batik di pasar Beringharjo
Ternyata waktu cepat berjalan. Hari-hari menjelang kumpul bendel penuh perjuangan, penuh airmata juga mengingat di awal Desember banyak kabar duka mengiringi. Akhirnya, tanggal 9 Januari 2014 ia lulus menjadi S.Pt, dan hari ini kabar pernikahannya telah diumumkan.
Aku lega, karena begitu sulit untuk menjaga mulut (rahasia). Alhamdulillah hingga dipublikasikan aku bisa tidak membocorkannya, he2. Turut bahagia, dan semoga menyusul kabar bahagia-bahagia yang lain entah dari siapa saja. Buat mbak Mayan dan Pak Defri, semoga dilancarkan urusannya sampai hari H. Barakallahu laka wa barakallahu alaika wajamaa bainakuma fi khair ^^. Sayang banget kami nggak diizinkan datang ke Muara Enim karena berbagai pertimbangan. Yasudah deh kau berjanji akan memasakkan kami pempek dan tekwan setelah menikah nanti, dan setelah kembali ke Jogja tentunya..