Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Lost in Bandung, Bandungsche Melk Centrale



         Hai, masih membicarakan Bandung kawans, kali ini mengenai BMC singkatan dari Bandungsche Melk Centrale, sebuah restoran terkenal di Bandung sejak 1928. Luamanyaaa, sejak jaman penjajahan Belanda udah ada to? Ya, masih tertinggal nuansanya, walaupun gedungnya sudah dipugar habis-habis (eh, emangnya candi). Meski demikian, arsitekturnya dipertahankan terlihat “bangunan Belanda” banget. Tak heran, banyak turis mancanegara yang mengunjungi restoran ini. Wisatawan domestik yang penasaran juga berkunjung, termasuk saya, he2.

Sejarah dulu ya, BMC ini dulunya merupakan satu-satunya pusat pengolah susu di Bandung, bahkan mungkin di Indonesia, eh belum ding, masih Hindia Belanda waktu itu. Siapa pemiliknya? Pastilah milik orang Belanda, konon katanya pemiliknya adalah orang Boer seorang keturunan Belanda yang tinggal di Afrika Selatan.
       Kata dosen saya, dulu pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan mengenai pentingnya mengkonsumsi susu pada awal abad 20an. Belanda yang datang ke Indonesia membawa sapi perah Fresian Holstein (Fries Holland) milik mereka ke Indonesia. Oleh karena Belanda adalah negara beriklim sub tropis, maka sapi perah yang dikirim ke Indonesia hanya bisa beradaptasi di lingkungan yang sejuk dan dingin.Begitulah awal mula masuknya sapi perah dan susu ke Indonesia.
           Lantas? Oh pasti hal tersebut menguntungkan BMC. Jadilah BMC mengalami masa kejayaannya pada masa itu. Bandung Utara dan Bandung Selatan yang merupakan kawasan pegunungan yang cocok untuk peternakan sapi perah adalah pemasok utama susu ke BMC. Yah yang punya peralatan pendingin, pasteurizer, ice cream maker canggih jaman dulu ya cuma orang Belanda toh. Ketika itu, BMC mengolah susu menjadi aneka produk seperti mentega, keju, es krim, dan susu coklat. hmmm, keren.
            Namun seiring berjalannya waktu, Indonesia merdeka. Industri-industri besar didirikan. Semakin kesini kita mengenal beberapa Industri Pengolahan Susu (IPS) di beberapa daerah. Kau tahu, tak ada satupun pemiliknya yang merupakan orang Indonesia. Huft, semuanya lagi-lagi dikuasai asing. BMC sendiri akhirnya justru berubah menjadi restoran terkenal yang tak hanya menyediakan produk olahan susu. Serta yang disayangkan, tak ada lagi kebijakan mengenai kewajiban minum susu setiap hari.
Yah, beginilah adanya. Tak perlu disesali, tapi coba kita pikirkan bagaimana solusinya. Saya jadi mikir, minum susu tuh penting nggak sih? PR ya. He2. Believe or not, susu itu disebutkan secara istimewa di dalam Al Quran. Tak percaya? Lihat aja, surat An Nahl, 66.
Okay, sekarang kita bicara mengenai menu restoran BMC. Disini disediakan aneka produk olahan susu antara lain susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, dan milkshake. Semuanya tersedia dalam berbagai varian rasa. Ada stroberi, vanilla, coklat, kopi, mocca, dll. Untuk makanan yang disediakan hampir sama seperti warung makan yang lain, ada nasi goreng, olahan mie, sup, dll. Harga? jangan tanya. Baru kali itu saya seporsi makan berharga Rp. 53.000,-. Bagi saya mahal banget, tapi barangkali memang segitu harga restoran. Ah ya, ada pajaknya, itu tak boleh kita lupakan kalo makan di sebuah resto.
Well, overall BMC itu, bangunan tua bersejarah yang romantis, tempat yang indah untuk menikmati sajian istimewa. Visit BMC, Jalan Aceh no. 30 Bandung (Samping masjid Al Ukhuwah) sejalan dengan Crayon’s Craft n co.

 Selamat menikmati produk olahan susu BMC
Ayo, gemar minum susu!
Bangsa semakin maju, bangsa semakin bermutu

Lost in Bandung, Telusur Jalan Asia Afrika



-wisata jelajah sejarah-

            Wah, kalau pelajaran sejarah itu jalan-jalan, kalau pelajaran sejarah itu tak sekedar membaca tulisan untuk dihafalkan ketika ujian, kalau pelajaran sejarah itu mau meresapi dalam hati, lebih baik pasti ya. Dalam perjalanan di Bandung kemarin, saya mencoba tak melupakan sejarah besar yang terjadi di Jl Asia Afrika. Saya akui, dulu waktu SMP mendapatkan pelajaran ini, buat saya yang penting tahu kapan dan dimana Konferensi Asia Afrika diselenggarakan, negara mana saja yang hadir, siapa wakil dari Indonesia, dan apa isi Dasasila Bandung, demi nilai rapot yang bagus. Tahu nggak sih itu tuh nggak cuma untuk dihafalkan wulan? kok baru nyadar sekarang ya, huft.
            Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika adalah sebuah konferensi yang dihadiri oleh wakil dari 29 negara di Asia dan Afrika yang baru mendapatkan KEMERDEKAANNYA. Konferensi ini diselenggarakan di GEDUNG MERDEKA Bandung, pada tanggal 18-24 April tahun 1955. Konferensi ini diselenggarakan untuk membahas mengenai hak-hak kemerdekaan negara-negara terjajah, anti kolonialis, anti imperialis, serta mempromosikan kerjasama ekonomi dan budaya diantara negara peserta. Konferensi ini menghasilkan 10 poin keputusan yang dikenal dengan apa? Ya, Dasasila Bandung. Apa aja isinya? Hmm, nggak hafal, tapi intinya tentang perdamaian dunia.
            Berikut ini foto gedung merdeka yang saya ambil. Ingin mengunjungi museumnya tapi tutup karena libur hari raya nyepi.
gedung merdeka sekarang
            Berjalan ke kanan (arah barat) dari gedung merdeka kita akan melihat Kantor Pos Besar Bandung dan Hotel Swarha. Lihatlah bangunan hotel Swarha. Kok jelek? Kok nggak terawat ya? Huruf “W” nya sudah tidak sempurna dimakan waktu. Rupanya, sejarah menyatakan bahwa hotel ini dulunya digunakan sebagai tempat menginap para tamu negara peserta Konferensi Asia Afrika. Dulu hotel ini disebut Swarha Islamic. Benar saja, selain tepat berhimpitan dengan Masjid Agung Bandung, hotel ini kalau diamati arsitekturnya bergaya timur tengah, hmm, dan bukannya peserta konferensi rata-rata dari negara muslim?
Hotel Swarha, look!!
masjid agung
kantor pos besar
Sayang sekali, Hotel Swarha saat ini dibiarkan begitu saja. Mirip rumah hantu di jantung kota, hihihi. Bagian bawah gedung ini hanya digunakan sebagai toko kain. Ah ya, Hotel Swarha konon dulunya juga digunakan sebagai media centernya para jurnalis yang meliput Konferensi Asia Afrika. Why? Hmm, karena letaknya strategis dan dekat dengan Kantor Pos Besar. Bukannya yang demikian memudahkan untuk mengirim liputan? Jaman dulu, belum ada internet, pakai surat elektronik alias telegram. Subhanallah, kemajuan teknologi, sekarang informasi begitu mudah kita dapatkan.
.           Lalu, apabila kita berjalan ke kiri (arah timur) dari gedung merdeka, kita akan menemukan Hotel Savoy Homann dan Bandung kilometer nol. Sama seperti Hotel Swarha, Hotel Savoy Homann dulunya juga digunakan sebagai tempat penginapan yang dibooking oleh panitia Konferensi Asia Afrika. Hotel berbintang empat dengan arsitektur yang bentuknya seperti gelombang ini sampai sekarang masih berdiri megah. Walaupun tak setinggi Hyatt, The Aamaroosa, Arion Swiss, atau yang lain, hotel ini meninggalkan kenangan sejarah tersendiri yang membuatnya bernilai mahal. Tarifnya per malam mulai Rp. 1.200.000,-. Dulunya Hotel ini milik pribadi keluarga Homann dari Jerman. Nyonya Homann terkenal dengan masakannya yang sangat lezat. Namun setelah kemerdekaan mereka kembali ke Jerman dan hotel ini dibeli oleh grup hotel bidakara sehingga namannya saat ini adalah Savoy Homann Bidakara Hotel. Hmm, suatu saat menginap disini, Mau? Hihi.
hotel Savoy Homann

Bandung nol kilometer

            Bandung kilometer nol terletak tak jauh di seberang hotel Savoy Homann persis di depan kantor bina marga Propinsi Jawa Barat. Bila teman-teman ingat Mr. Deandels seorang jenderal Belanda yang merintis kerja paksa Anyer-Panarukan itu, dialah yang dulunya bersumpah, “bila aku kembali kesini, titik ini haruslah sudah menjadi sebuah kota”. Nah, begitulah cerita asal muasal titik nol kilometer Bandung.
            Masih banyak gedung-gedung bersejarah lainnya di Jalan Asia Afrika yang belum saya pahami ceritanya. Just that, yang baru saya tahu. Pastilah masih sangat banyak, pembelajaran sejarah yang mengagumkan lainnya. Semoga, terus ada semangat untuk menyelami sejarah di setiap sudut negeri kita. Semoga juga, terus ada rasa peduli, untuk meresapi perjuangan para pahlawan.

Bagaimana, siap menjelajah tempat-tempat bersejarah yang lain?
Semangat Pagi!

Crayon’s Craft n co Bandung, Pusat Perlengkapan Kerajinan Prakarya



Wisata kreatif. Prakarya.
Hobi. Miniature. Replica.
Craft supplies. Cooking class

            Mengunjungi Crayon’s craft n co merupakan salah satu tujuan utama saya berkunjung ke Bandung. Berdasarkan info dari beberapa crafter yang saya kunjungi blognya, toko yang beralamat di Jalan Aceh no. 15 (Kebon Sirih) Bandung ini merupakan toko perlengkapan kerajinan terbaik dan terlengkap di Indonesia. Tak jarang crafter-crafter luar kota Bandung yang rela menyempatkan waktu, dan uangnya untuk berkunjung kesini. Barangkali sama seperti saya ya, penasaran dan butuh (untuk belajar).
            Alhamdulillah, Allah mempermudah saya untuk mengunjungi toko ini. Senaaang dan terobati penasarannya. Semoga saja teteh-teteh penjaga tokonya nggak illfeel sama saya yang banyak nanya tapi sedikit beli, he2, udah gitu lamaaa banget lihat-lihatnya. Baiklah, this is it liputan versi saya di Crayon’s craft n co Bandung :
            Lokasi Crayon’s craft n co tak jauh dari stasiun Bandung, hanya butuh waktu sekitar 15 menit berjalan kaki. Atau bila ingin menggunakan angkot, gunakan jurusan Gunung Batu-Stasiun Hall naik dari stasiun atau Jl Kebon Kawung turun di perempatan Jl Wastu kencana- Jl Aceh (Balai kota-Bandung Indah Plaza-Masjid Al Ukhuwah). Jangan ragu untuk bertanya pada penduduk sekitar biar nggak tersesat. Dari perempatan tersebut kita berjalan ke kiri (arah barat) untuk menemukan toko yang terletak di kanan jalan (warna oranye).
            Crayon’s craft n co lebih luas dan memiliki konsep yang berbeda dari toko yang biasanya saya kunjungi di Jogja (Narwastu, Jolie, Petra, dll). Sama-sama toko pusat perlengkapan kerajinan, tapi Crayon’s craft n co lebih handmadegenic. Yang ada di Crayon’s craft n co tapi nggak saya temukan di toko-toko Jogja antara lain: menyediakan produk-produk handmade jadi, ada kursus privat sepanjang toko buka, koleksi buku-buku prakarya lengkap baik karya lokal maupun internasional, ada paket-paket perlengkapan untuk pemula, menjual berbagai jenis kain, dll.

             Yang paling terkenal dari Crayon’s craft n co ini adalah rekornya menjadi produsen replika makanan terbesar di Indonesia. Beberapa penghargaan yang pernah diraih ibu Yoyong (pemilik toko) antara lain dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Rekor Bisnis Tera (Seputar Indonesia). Replika-replika ini didisplay di toko bagian depan. Biasanya replika-replika ini  banyak diminati oleh wisatawan-wisatawan untuk menghias dapurnya. Buah-buahan, sayur-sayuran, menu-menu makanan dan minuman, kue-kue dan roti-roti, bahkan, gerobak-gerobak, dan produk-produk komersial, semuanya replica yang terbuat dari clay, persis seperti aslinya. Waaaaw. Harganya variatif, dari yang puluhan ribu sampai jutaan rupiah ada.
yummy, tapi ini clay loh
benar-benar seperti roti
           
ini juga, hmmm enaak
durian asli? ini replika!
           Stok benang, kain, payet, mute, kertas kado, pita, dan berbagai perlengkapan lain tersedia lengkap di bagian belakang toko. Benang jahit, benang sulam, benang rajut dari yang paling kasar sampai paling lembut, tersedia. Kain felt, kain katun, kain kulit sintesis, kain spunbond, kain belacu, semuanya ada baik yang polos maupun motif. Semuanya unik, menarik, dan tertata rapi. Yang saya paling suka dari toko ini adalah cara displaynya, bikin saya betah berlama-lama, he2. Top banget, semoga suatu saat bisa punya toko seperti Crayon’s craft n co di Jogja, aamiin ya Rabbalalamin.
kain katun polos motif, 1/2 meter 29 ribu
aneka benang, yang ini benang rajut
stok payet, mute, dll
aneka pita cantik
zona kertas kado n kain spunbond
flanel wallnya rapi, 5 ribu petr lembar
            Nah, sebaiknya tidak melewatkan kesempatan kursus di Crayon’s craft n co ini. Aneka kursus yang disediakan yaitu: kursus cake felt, kursus boneka kaos kaki, kursus clay, kursus sulam pita, kursus merangkai bunga, kursus origami daur ulang, kursus glass art, kursus rajut hakken dan knitting breien. Biaya kursus selama 2 jam Rp. 130.000,- sampai Rp. 150.000 digunakan untuk pembelian bahan. He2, saya sih kemarin hanya lihat-lihat yang lagi kursus. Turis bule juga berminat belajar sulam pita, keren.
            Trus untuk produk handmade jadi ada banyak juga baik buatan Crayon’s craft n co sendiri juga dari crafter-crafter Indonesia seperti Cemprut, Mica Work, Kaleng Lani, dll. Wah karya-karyanya keren-keren. Semoga kita juga bisa kreatif seperti mereka ya!
country dolls crayons craft
plushie karya mica work
Cemprut plushie
boneka horta dari IPB
               Begitulah, sedikit yang saya bisa liput dari kunjungan ke Crayon’s craft n co Bandung. Masih banyak sebenarnya yang belum saya tuliskan mengenai Crayon’s craft n co. Seperti Crayon’s cooking n baking studio, tapi sayang seribu sayang lagi pas nggak eventnya. Bazar handmade dari para crafter Indonesia juga nggak pas lagi event. Semoga ada kesempatan lain. Sebaiknya teman-teman mengunjunginya juga ya. Semoga bermanfaat. Keep Fighting, Crafter!

Semoga, kita juga bisa punya toko seperti Crayon’s craft n co
Kedepannya.. Aamiin.
Salam, Keluarga Peri Kecil

Selasa, 01 April 2014

Tobucil n Klabs, Tempat Berkumpulnya Para Crafter Bandung



buku . hobi . komunitas

LITERACY N CREATIVISM IN EVERYDAY LIVE

            Apa sih tobucil n klabs? Yeay, semuanya terjawab sudah dari kunjungan saya di Bandung kemarin. Wah, tempat yang satu ini inspiratif banget, coba bayangkan, perpaduan antara toko buku dan kerajinan, digunakan sebagai markasnya orang-orang pembaca kreatif untuk berkarya. Gimana tuh.. Satu kata, Keren!

            Saya pikir, tobucil n klabs dekat dengan Crayon’s craft n co (menurut google maps), lhah sama-sama Jl Aceh, crayon no 14 sedangkan tobucil no 56. Ternyata oh ternyata, lumayan bikin kaki pegel, he2, mesti melewati balai kota, hyatt regency, taman Ade Irma Suryani Nasution, dan markas Kodam Siliwangi dulu yang panjang dan nggak lurus. Jl Aceh ujung ke ujungnya bikin bingung, he2. Dan ternyata jl Aceh itu jalan kota yang rimbun dan nyaman, padahal bayangan saya jalanan yang panas.
            Memang Tobucil n klabs tak sebesar yang saya bayangkan. Ya iya lah, kan Tobucil singkatan dari TOko BUku keCIL, he2. Banyaknya pepohonan dan suasana yang agak jadul membuat Tobucil n klabs terasa homey n cozy banget untuk belajar, bersantai, berpikir, n berkarya. Pas saya kesana jam 11 jelang dhuhur kebetulan sedang sepi pengunjung.  Ada teteh penjaga toko yang sedang menyapu. Yey, jadilah saya bisa nanya-nanya banyak ke tetehnya. Tapi saya lupa menanyakan namanya, hapunten teh, atos sksd, abdi hilap teu naroskeun ^^

Ternyata Tobucil udah berdiri lebih dari 13 tahun lho. Hebatnya, delapan tahun terakhir Tobucil berhasil menyelenggarakan event tahunannya yakni, Crafty Days. Nah, crafty days 8, untuk tahun ini, udah diselenggarakan pada tanggal 8-9 Februari kemarin di gedung Indonesia Menggugat Bandung. Hiks2, udah lewat. Di acara crafty days ini ada pameran karya crafter-crafter se Indonesia, selain itu juga ada workshop, seminar-seminar tentang dunia per-handcraft-an. Tentang produksi, sampai marketing. Boleh dibilang craftypreneur ya.
peninggalan crafty days 8
Di Tobucil, juga ada kursus-kursus, tapi jadwalnya tertentu, biasanya pemandunya dari crafter-crafter Bandung sesuai spesifikasi, mau knitting, scrapbook, patchwork, dll. he2, Istilah apa sih? saya juga masih berusaha untuk terus belajar mendalami dunia crafting. Jadwal kursus bisa dicek di web Tobucil kawan.
miniatur mesin jahit, bagus ya
zona menjahit, banyak kain-kain

Tobucil menjual perlengkapan kerajinan, dan produk handmade jadi. Produk handmade jadi kebanyakan karya crafter-crafter Bandung. Ada tas, buku unik, aneka rajutan, bros, pakaian, pajangan-pajangan kreatif, dll. Diantara sekian banyak pilihan, akhirnya saya hanya membeli tas handmade lipat karya the mogus buat contoh, he2, harganya Rp 50.000,-. Buku-buku yang dijual di Tobucil, rata-rata mengenai kesenian, pemuda, negara, dan sastra. Konsep toko buku paduan toko handmade belum ada ya di Jogja? Jeng jeng.. bisa jadi contoh nih.
book mark unik
bagus nih, 120 ribu
tas rajut cantik
Saya katakan ke tetehnya kalau saya dari Jogja, hei, Alhamdulillah saya malah dapat info tentang komunitas crafter Jogja. Ditanya tetehnya, biasanya suka bikin apa? “hmm, ingin fokus mainan anak-anak teh, tapi belum bisa masarin, he2.” Ah, semoga suatu saat bisa begabung juga dengan orang-orang kreatif itu. 
bagus ya, dari cemprut

dream n action
Selamat berjuang!!!!

Sabtu, 08 Maret 2014

PASTY ada di Jogja

Pada kesempatan ini saya mau menunjukkan pada pembaca sekalian tentang salah satu tempat yang ada di kota Jogja yaitu PASTY (Pusat Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta). Hari rabu kemarin, saya, mbak Anisa, dan Rani (temen2 kos) mengunjungi tempat tersebut. He2 semenjak buka sekitar tahun 2010 yang lalu saya belum pernah mengunjunginya. Hanya sering lewat saja karena tempatnya berada di jalur utama menuju Kabupaten Bantul.
Setahu saya PASTY adalah pindahan dari pasar Ngasem yang dulu sebagai pasar tempat menjual burung di kawasan kraton. Agar tempat lebih luas dan nyaman akhirnya didirikan PASTY ini oleh pemerintah kota Jogja. Wah saya dulu masih sempat melihat jadulnya pasar ngasem saat masih mahasiswa baru. Sekarang para  penjualnya sudah pindah ke PASTY.
PASTY dibagi menjadi dua zona, zona satwa di sebelah timur, dan zona tanaman hias di sebelah barat. Keduanya dipisahkan oleh jalan Bantul yang ramai lalu-lalang. Di zona satwa dijual aneka jenis burung, ikan, ayam, dan berbagai satwa lain dengan segala perlengkapannya. Kios-kiosnya tertata rapi sehingga terasa nyaman, dan tentu saja, brasa Jogjanya. Sedangkan di zona tanaman hias banyak sekali kebun-kebun penjual bunga-bunga, kaktus, dan berbagai tanaman hias yang saya tak tahu apa namanya. Yang pasty, indaaah^^. Namun di zona ini lebih sepi pengunjung, mungkin lebih banyak yang senang memelihara satwa daripada tanaman hias ya.
Berikut ini dokumentasi apik yang dijepret-jepret oleh mbak Anisa ^^ sedang di Jogja? mampir ya






sweetgreenyellow bird with teh anisa

Selasa, 25 Februari 2014

Coklat manis dari Kotagede


Berkunjung ke Jogja? jangan lupa mampir ke Kotagede. Daerah ini berada di ujung selatan kota Jogja, berbatasan dengan kabupaten Bantul. Kotagede terkenal dengan kerajinan peraknya kawan-kawan.
      Hari minggu kemarin, kebetulan luang. Tak berencana kemana-mana sebenarnya, tapi pas pinjam kamera adik kos (Ninik) diajakin jalan-jalan. he, enaknya kemana ya? tak kepikiran yang jauh-jauh akhirnya meluncurlah kami ke Kotagede menggunakan ranger biru (motor saya). Saya yang mengusulkan tempatnya, kebetulan sudah pernah sekali waktu masih kuliah awal dulu bersama teman-teman BEM.Si Ninik belum pernah. 
       Berada di pinggir selatan kota Jogja, Kotagede menurut saya sangat berbeda dari hingar-bingar kota seperti di kecamatan-kecamatan kota yang lain. Ciri khasnya adalah rumah-rumah klasik yang tidak tinggi, banyak tembok-tembok, toko-toko kerajinan perak, ayam-ayam kate berkeliaran, dan pohon beringin.Kesan budaya Jogjanya terasa banget di Kotagede ini.
        Pertama kami singgah dahulu ke masjid agung Kotagede ini untuk sholat dhuhur. Di masjid agung ini terdapat makam raja-raja Mataram. ini dia masjidnya:
       Lalu saatnya berkeliling kampung ^^. Jalan kaki saja lebih seru, warganya ramah. Kami tidak berencana membeli perak, tapi melihat pabrik cokelat yang terkenal di kawasan ini. Lokasinya tak jauh dari masjid agung, cukup jalan kaki 5 menit.
       Cokelat monggo. Barangkali teman-teman sudah pernah dengar merk cokelat ini? iya sudah banyak dijual di toko oleh-oleh di kota Jogja, mungkin pernah mendapat oleh-oleh ini dari teman atau keluarga yang berkunjung ke jogja ya.. hohoho, ternyata nggak bisa masuk pabrik tanpa izin.. Akhirnya kami lihat-lihat di showroomnya aja (outlet pusat). Bagus banget tokonya ^^
         Outlet cokelat monggo ini menjual macam-macam cokelat teman-teman. Buat pecinta cokelat pasti senang sekali, termasuk saya ^^. Banyak sekali aneka cokelat yang ditawarkan, ada dark, milk, caramello, white, praline, juga isi buah-buahan, kacang-kacangan, hmmm, yang paling unik : rasa pedas alias rasa cabe, wah gimana rasanya tuh?
           Harga yang ditawarkan juga sesuai kualitasnya, memang lebih mahal daripada cokelat-cokelat yang dijual di swalayan atau supermarket2, tapi rasa nggak bisa bohong, hehehehe. Kemasan 40 gram harganya Rp 15.000,- (yang paling murah), trus yang 80 gram Rp. 28.000,-. Juga ada kemasan-kemasan lain yang berupa paket-paket. Bingung pilih yang mana, sebenarnya nggak terlalu tergiur, tapi apa daya, malu sama mbak penjaganya kalo nggak beli. Akhirnya saya beli yang rasa kacang macadamia.. hmm, mau? udah habis, he2.
          Subhanallah, ternyata mbak pramuniaganya pinter banget bahasa inggris. ^^ ya wajib dong, kan yang beli turis-turis. pas saya beli ada pembeli dari Jakarta yang borong banyak banget, juga ada turis luar negeri n guidenya lama banet tanya-tanya, sepertinya mereka sangat tertarik.. he2 iya dong, Indonesia ^^. Betah banget di outlet itu, adwem, n romantis ^^. berikut ini kami sempat foto-foto outletnya (narsis lebih tepat).
          Make our days happy sahabat-sahabat semuanya.. semoga bermanfaat ya info cokelat ini, mampirlah bila sempat, jangan lupa kasih oleh2 buat saya ya ^^ bangga deh sama produk Indonesia. Subhanallah ya Allah menciptakan manisnya cokelat ^^ aaa, karna biar kita bisa tahu pahitnya daun jambu biji...