Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

entah fiksi entah nyata

pagimu bisa jadi sangat unik kalau melihat seseorang yang tak kenal kamu, tapi kamu tau dia karena kamu adalah pembaca blognya :)))
Tak semua orang punya blog. Mungkin blog kurang menarik karena banyak yang tak suka atau tak sempat membaca tulisan panjang. Seseorang yang blognya terawat kuanggap ia suka menulis.
Kuperkenalkan ia yang kuliahnya di sisi kampus paling barat. *aduh aku aja tak kenal. Pemilik blog yang suka menulis tentang kuliahnya, hidup, dan sepakbola. Ia temannya temanku. Entah sudah pernah bertemu atau belum aku lupa, mungkin pernah melihatnya sekelebatan di sebuah kesempatan.
Kemarin pagi ia mengenakan toga. Tak sengaja melihatnya berbaris diantara pemakai samir biru dongker-hitam-kuning. Ya ampuuun, pemilik blog itu. Hei, selamat yaaa!!! Turut berbahagia atas kelulusanmu. *bersorak dalam hati doang. Andaikan perempuan pasti udah tak ajak foto. Berlari kedepannya, lalu hormat. Aku pembaca blogmu lho, blogmu bagus ^^
Tulisan emang ampuh benar. Sedikit banyak bisa mempengaruhi orang lain. Mungkin tiap orang punya penulis favorit. Dan mungkin aku memfavoritkan tulisan-tulisan sederhananya.
Siangnya saat prosesi wisuda selesai, tanpa sengaja ketemu lagi. Ya ampuuun, teman-temanku aja malah belum ketemu. Kulirik tasku berisi boneka-boneka kecil. Hmm, buat dia satu pa ya? Tapii, kenal juga enggak, gimana nanti jadinya kalau dikasih. Sejenak berpikir apa yang ingin kukatakan padanya "aku pembaca blogmu, selamat wisuda ya, blogmu bagus". Saat ia terheran-heran, aku kabur, dan setelah sadar, ia berlari mencariku. Mungkin begitu, hehehehe *alamak sinetron banget deh.
Daaan akhirnyaa, kaki ini belum sempat melangkah, neuronnya masih menunggu kejelasan perintah saraf pusat. Pada saat itu segerombol perempuan cantik mengerubungi sang penulis blog. Ngajak foto dan memberi bunga. Bonekaku? Masih tetap senyum-senyum di tas. Yaaaah, yaudah deh.
Selamat wisuda enjiner...:))) semoga tulisan-tulisanmu makin oyeee...

Senin, 24 Februari 2014

Jogja, Istimewa

Jogja istimewa.. Jogja memang istimewa. Bapak yang tak tinggal di Jogja pun mengatakan bahwa Jogja adalah kota yang nyaman, seperti jargonnya: Yogyakarta berhati nyaman.

Dulu saat belum lulus, saya sering mendengar ungkapan kerinduan dari kakak2 rantau akan kota ini. Banyak sekali yang mengatakan ingin untuk kembali ke Jogja, menetap di Jogja, suatu saat nanti. Hmmm, sekarang, saat ijazah telah di tangan, saya merasakan juga.. ^^ baru sadar kalau disini hanya sementara, numpang minum, haus ilmu, aamin.
Saat sudah akan meninggalkannya, baru terasa, bahwa cinta yang saya miliki semakin dalam. Pada keramahannya, semangatnya, budayanya, persahabatannya, pada semuanya. Setiap sudut jalan-jalan yang pernah saya lewati, lampu-lampu sore yang menyala, menjadi saksi bisu akan romantisme perjuangan kami di kota ini. Riuh ramai aktivitas kampus siang hari, juga malam-malam yang terjaga oleh segudang tugas, menyisakan sejuta kenangan indah.
Banyak tempat-tempat penuh kenangan di kota ini. Kos yang menjadi pelepas lelah, selalu menyenangkan untuk berbagi cerita ringan. Masjid Mardliyyah dengan KRPHnya yang selalu saya rindukan, saat malu-malu menjadi mc di hari selasa. Toko Jolie dan Narwastu, tempat saya membeli bermacam perlengkapan untuk mengekspresikan hobi membuat kerajinan. Toko Karita, yang selalu bikin lapar mata. Stasiun Tugu, kawasan Lempuyangan, juga Kotabaru, barangkali sering geleng-geleng melihat bodohnya tingkah saya. Kampus tentunya, penuh cerita tentang saya dengan orang-orang yang saya sayangi.
Saat wisuda kemarin, terasa sekali kenangannya. Mungkin begitu, saat kita akan mati. Memori-momori sejak kita dilahirkan sampai detik-detik menjelang kematian akan dimunculkan satu demi satu dengan sejelas-jelasnya. Tangis, tawa, suka, duka, orang-orang yang kita sayangi seperti melayang-layang di langit-langit Grha Sabha Pramana menunjuk-nunjuk diri saya yang berada diantara seribuan wisudawan wisudawati yang lain. Kenangan itu seakan-akan berkata “kamu akan meninggalkan semuanya, sekarang rasakanlah balasan dari perbuatanmu!”.
Sungguh saya merasakannya, merasakan balasan atas yang saya lakukan selama ini. Merasakan senyum tercantik almh. Ibu hadir disamping saya. Juga merasakan sedihnya akan berpisah jarak dengan para sahabat. Pahit manis 4,5 tahun saya dan teman-teman di kota ini barangkali telah mendewasakan, mendekatkan yang jauh, memahamkan yang belum dipahami, menjadi pelaku saat dulu hanya menjadi penonton, dan pastinya menyadarkan bahwa masing-masing kita punya jalan cerita dari yang Maha Segala-galanya.
Terimakasih Jogjaku, dimanapun saya berada kelak, saya selalu berdoa agar Allah menyampaikan rindu saya padamu. Tetaplah berhati nyaman, pada setiap insan yang datang padamu, yang ingin meraih mimpi kecilnya di dunia ini, yang ingin membahagiakan kedua orang tuannya, yang rindu pada Tuhannya. Juga teruslah menjadi yang teristimewa, bagi setiap yang datang padamu, yang sekedar ingin melepas penat bersama keluarganya, yang ingin mencicipi manisnya bulan madu bagi pengantin muda, juga turis mancanegara.
Kami telah berjanji, memenuhi panggilan bangsa ini. Dengan segenap kemampuan dari ilmu yang kami peroleh bersamamu. Semoga berkah ya. Saya berharap Allah mempertemukan kita kembali, dalam keadaan yang sebaik-baiknya.

Kamar kos, jelang dhuhur
25 Februari 2014

Kamis, 20 Februari 2014

Wisuda S1 semoga berkah


tiada suatu yang besar tanpa perjuangan yang hebat @ulil_aw #bukuangkatan
jika seseorang itu berpuasa maka suatu saat ia akan merayakan Hari Raya @yulisiturini #bukuangkatan
we are never too old to learn, and we are never too late to start  @Shifa_Dilia #bukuangkatan

Barakallahu fi ilmy sahabat-sahabatku.. semoga berkah apa yang telah kita lewati 4,5 tahun kebelakang. Bertebaranlah di seluruh penjuru dunia, nanti kita berkumpul lagi di Surga-Nya.. Limosin tak pernah berpisah, karna Limosin ada di setiap masing-masing hati kita.. 


Wulan n Bapak mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
Allah SWT
Almh. Ibu Umi Sunarti (tak pernah henti kami mencintaimu ibu)
Prof. Indratiningsih, Bu Endang Wahyuni, Bu Rihastuti, Pak Widodo, Bu Nurliyani, n segenap Dosen Fapet UGM
Segenap Staf Fapet UGM
Keluarga besar Kertosono-Blitar
Keluarga besar POLRES Nganjuk
Sahabat-sahabat almh. Ibu
Keluarga besar LIMOSIN 09
 Asisten THT Lintas Generasi
Kakak-kakak n adek-adek angkatan
BEM, KMFPT, n FOSMAPET UGM.
FOSDA Masjid Mardliyyah
Keluarga Kos Kana5
Kantin Crew
Pimpinan dan staf KPBS Pangalengan
temen-temen SMA
dll yang tak bisa disebutkan semuanya

Terimakasih, atas kiriman bunga n hadiah dari
mb sinta, mb depe, mb ifat, rani, prili, mb siti, KMFPT, FOSMAPET, asisten THT, adek2 2012 (atikah, hasna, eva, tita, ghea, marta, dll), beetal-silase2012, rekor aku dapat paling banyak, makasih banyak nggih ^^ saya nggak bisa bales apa-apa selain terimaksih setulus-tulusnya, semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua dgn yang jauh lebih baik, aaminn ya Rabbalalalmin.

kesan-pesan terkeren sedunia dari askari n abahnya
yang cumlaude, barakallah: askari-wulan-dimas-mb hapsari-ari


pejuang lab THT lt2 alhamdulillah lulus Februari, u/ adit bos n adek2, chayooo
pesan dari bapak : hidup ini, harus terus berjalan meski kita tak tahu kapan berakhirnya. jangan pernah meninggalkan jalan Allah agar kita semua selamat..
 
semoga berkah ya Allah
semoga masih ada wisuda-wisuda selanjutnya, aaminn.

Sabtu, 15 Februari 2014

Syukuran Wisuda Limosin09, Romantis dalam Dekapan CintaNya


        
          Jumat barakah, 14 Februari 2014. Untuk kesekian kali Allah SWT ingin menunjukkan kekuasaanNya. Betapa agung dan indah rintik-rintik hujan abu yang mewarnai Jogja sejak hari masih petang. Tak ada yang patut kami ucapkan kecuali kalimat Lailahaillalah, lahaula wala kuwata ila billah.
            Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan sebelum terjawab oleh sang waktu. Sore sebelumnya kami keluarga limosin09 mengadakan gladi bersih acara syukuran wisuda untuk jumat sore. Kami tak pernah menyangka bahwa dampak erupsi Gunung Kelud yang berada di Kediri Jawa Timur akan mampir ke Jogja di keesokan harinya. Manusia memang hanya bisa berencana sedangkan Allah yang memberi keputusan. 
            Hujan abu tak menyurutkan langkah kami ke kampus. Setelah koordinasi disepakati bahwa syukuran tetap dilaksanakan. Hikmahnya bertumpuk-tumpuk. Acara yang didesain romantis menjadi semakin romantis saja. Koordinasi di kantin disponsori oleh kantin mbak Sam (matur nuwun nggih buat hidangannya untuk kami yang kelaparan ^^). Oh ya, acara diselenggarakan tanggal 14 Februari bukan bermaksud bertepatan dengan hari valentine lho, tetapi karena mengepaskan dengan hari aktif agar ada yang mengawasi.

            Tempat acara awalnya di salesa s1, namun karena berabu pindah ke lapangan bulu tangkis indoor yang baru saja selesai dibangun. Jadilah kami orang pertama yang mengadakan kegiatan disana. Dan yang membuat semakin romantis, kami menjadi jamaah pertama yang mendirikan sholat berjamaah di gedung itu karena masjid juga penuh abu.
            Bersih-bersih bersama-sama, mendekor ruangan, menyiapkan makanan, menyelesaikan satu demi satu masalah yang ada, isn’t it so romantic? Semuanya tergantung kita menyikapi apa yang telah terjadi. Jadilah acara syukuran wisuda terasa berkah karena melibatkan Tuhan.

            Dekan kami Prof. Ali Agus juga dengan senang hati menyempatkan hadir. Banyak sekali motivasi yang kami dapatkan dari beliau. Tentang mimpi, tentang hidup, tentang ikhtiar dan tawakal. Semoga kita semua dapat mewarisi semangat dan keteladanan yang beliau contohkan.

            Buatku yang paling berkesan adalah saat launching buku kenangan dengan dor-dornya. Acara launchingnya ngelihat softfile buku karena masih dalam proses percetakan. Baguuus banget bukunya. Berbagai macam gaya dari teman-teman membuat geli. Fotoku? jelas menye-menye he2.

            Alhamdulillah, semoga Allah selalu memberikahi hari-hari kita. Semoga Allah selalu mempermudah kita dalam menjalankan kehidupan ini. Selamat dan sukses teman-teman wisudawan-wisudawati periode Agustus 2013, November 2013, n Februari romantis ^^. Yang belum lulus, lekas menyusul, Mei, kita wisuda lagi , syukuran lagi. yeyeyeyeye. Semoga selalu Guyub, Rukun, n Satu Hati Limosin!!!

Selasa, 21 Januari 2014

Ngintip Cara Bikin Karamel Susu Ala Pangalengan yuk!

            Kangen masa-masa Praktek Kerja Lapangan di Bandung Selatan setahun silam. Bagaimana tidak, berkelut dengan sapi perah, pabrik susu, kebun teh, kebun sayur, dingin, hijau, masyarakat yang ramah, menurut saya itu adalah tempat yang sangat nyaman untuk hidup. Beberapa hari yang lalu, seorang adik angkatan mengajak saya berdiskusi tentang karamel susu. Karena itu foto-foto PKL dan buku catatan dibuka lagi. Ternyata luar biasa, banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya peroleh di tanah priangan itu. Semoga suatu saat ada kesempatan untuk mengunjungi Pangalengan lagi.
            Karamel susu atau permen susu atau hoppies merupakan salah satu produk olahan susu yang diproses dengan cara pemanasan hingga terbentuk karamel. Pengolahan susu menjadi karamel ini awalnya dilakukan oleh seorang peternak di Pangalengan bernama ibu Ipah Datipah pada tahun 1980an. Ibu Ipah Datipah berupaya untuk menanggulangi kerugian karena susu hasil perahannya sering ditolak oleh Koperasi. Sebelumnya, susu yang ditolak hanya dibuang saja, hingga akhirnya beliau mendapatkan ide untuk mengolahnya menjadi karamel. Rupanya karamel buatan ibu Ipah Datipah banyak disukai, akhirnya jadilah usaha keluarga sampai saat ini. Omsetnya ratusan juta lho per bulan. Selain mendapatkan penghargaan dari pemerintah, usaha ibu Ipah Datipah ini menjadi perintis berkembangnya home industry pengolahan susu di Pangalengan.
            Dalam satu kesempatan ketika PKL, saya mengunjungi salah satu home industry pengolah susu dengan merk “Barokah” atas rekomendasi dari KPBS (Koperasi Peternakan Bandung Selatan) tempat saya PKL. Merk lain yang saya tahu ada TK, TS, dll lupa, he2. Di home industry Barokah ini susu diolah menjadi karamel susu, kerupuk susu, dodol susu, dan noga susu. Namanya home industry jangan bayangkan sebuah pabrik yang besar dengan alat-alat yang canggih. Home industry tentunya lebih padat karya dan mendayakan tenaga manusia.
            Kembali ke topik, karamel susu. Sebelumnya saya juga udah pernah membuat dan memasarkannya di Plaza Agro Gadjah Mada waktu kuliah semester 6. Sebenarnya banyak sekali yang menggemari, nyetok 30 bungkus kecil sudah habis dalam seminggu, tapi karena banyak alasan saya belum bikin lagi sampai sekarang -,-“ he2. Resep yang saya buat nggak jauh beda dengan resep Pangalengan, hanya saja bedanya saya pakai gula lebih sedikit.
            Untuk membuat karamel susu bahan utamanya tentu susu segar. Karena susu di Pangalengan melimpah ruah, bapak ibu produsen tidak pernah khawatir kekurangan stok bahan baku. Susu segarnya diambil dari peternakan sendiri atau bermitra dengan KPBS. Hwaaa, anda tahu berapa harga susu per liter disana? Rata-rata Rp. 3000,- saudara-saudara, coba di Jogja, cari yang Rp. 5000,- sangat sulit, kalaupun ada pasti kualitasnya jelek. Tak heran, harga produk-produk olahan susu di Pangalengan jauh lebih terjangkau daripada di Jogja.
            Produksi dilakukan di wajan dan kompor yang besar dengan kapasitas 16 liter susu segar (Gambar 1) *eh kayak nulis laporan PKL aja. Jumlah gula pasir yang ditambahkan sebanyak 4kg, dilakukan setelah susu agak menyusut hingga 70%. Pengadukan harus dilakukan terus menerus untuk meratakan panas. Selain gula pasir juga ditambahkan glukosa cair sebanyak 1liter. Penambahan gula ini selain memberi rasa manis juga membentuk tekstur keras dan menyebabkan tahan lama bila diemut. Oh ya, setelah air berkurang setengahnya ditambahkan juga 200 gram margarin, agar tidak lengket ketika diaduk dan mudah dicetak.

Proses pembuatannya bisa sampai 10 jam lho, perlu sabar ya ^^. Awalnya susu yang berwarna putih airnya menguap sedikit demi sedikit menjadi kekuningan, lalu menjadi karamel yang berwarna cokelat. Jadi walaupun dikasih rasa stroberi atau buah lain, bila proses yang dilakukan adalah pemanasan dalam waktu yang lama, warnanya akan tetap cokelat. Karamel yang sudah siap dicetak (dicelup air mengeras) segera dipipihkan pada loyang yang besar lalu dipotong kecil-kecil seperti gambar berikut ini:

Wahhh, banyak sekali ya, boleh lho diicip, hee. Step selanjutnya adalah pengemasan. Kemasan yang digunakan adalah kertas roti untuk menyerap minyak, lalu dilapisi kertas label yang menarik. Ini pegawai-pegawainya syudah mahir sekali ngebungkusin karamel. Sayang sekali saya lupa harga per kilonya, yang jelas bungkus paling kecil Rp. 5000,- entah berapa gram. Beli Rp. 20.000,- udah dapat banyak banget. Pemasarannya udah sampai di Bandung, dan beberapa daerah di Jawa Barat. Selain itu juga melayani pesanan. Tertarik lebih dalam? Yuk jalan-jalan ke Pangalengan aja. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.
           

Minggu, 19 Januari 2014

Doll Project

            Alhamdulillah diberi waktu luang. Tanggungan kampus untuk yudisium sudah kelar, tapi belum ngumpul bookmark ke perpus pusat, insyaAllah hari ini diselesaikan. Saat ini belum berencana apply lamaran kerja kemana-kemana. Nunggu wisuda bulan depan di rumah saja nemenin bapak sambil menata kembali apa yang harus dilakukan pasca sarjana ini. Sebenarnya dari dulu-dulu udah berencana ini itu, tapi setiba di tahun 2014 ini kayaknya enggak pas buat dieksekusi. Kita memang boleh berencana, namun Allah yang memberi ketetapan.
            Melihat teman-teman yang sudah mulai bekerja, yang sudah dapat panggilan kerja, yang masih bingung mau kerja apa, dimana, sama siapa (aku buwanget,hee), yang masih belum selesai kuliahnya (semoga dimudahkan), rasanya wah, sangat merasa tidak siap juga berpisah dengan mereka (setelah kemarin berpisah dengan ibu). Bagaimanapun semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan yang terbaik. Ingat masa-masa kuliah yang dilalui susah senang bareng-bareng, membuatku terserang rindu pada teman-teman semua. Semoga silaturahmi tetap terjaga setelah melanjutkan episode hidup masing-masing.
            Hari ini, 30 hari jelang wisuda (insyaAllah). Yang putri-putri pada semangat nyiapin pakaian terbaikknya, hihi, pun juga denganku lagi searching-searching model hijab, tapi kok makin bingung jadinya. Akhirnya kuputuskan untuk membuatkan kenang-kenangan untuk teman-teman terlebih dahulu. 
Boneka, salah satunya ini sih barang yang bisa kubuat dengan tanganku. Saat ini udah jadi 13 biji dan 1 produk gagal, Alhamdulillah. Aku menyebutnya Doll Project. Semampuku bisa bikin berapa, nanti baru di list siapa saja yang mau dikasih, he2, semoga kamu termasuk yak. Ini dia hasilnya:
mini owl doll
large owl doll
ikan-ikan di laut merah putih
pasukan Al-Fill kuh
Debut bikin boneka, he2 lumayan walaupun nggak rapi-rapi amat. Baiklah, aku akan membuat lagi yang lebih banyak untukmu. Tunggu tanggal mainnya ya, he2. Selamat beraktivitas ^^